PANDEGLANG – Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang memprihatinkan. Bangunan yang semestinya menjadi simbol kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan justru terlihat kumuh, tidak terawat, dan jauh dari kesan layak huni.

Menunjukkan adanya tumpukan sampah plastik, tumbuhan liar yang dibiarkan tumbuh tak terkendali, serta fasilitas umum seperti wastafel cuci tangan yang kotor dan berkarat. Kondisi tersebut memperkuat kesan bahwa kantor ini seolah tidak berpenghuni dan luput dari perhatian. Salah seorang aktivis mahasiswa, Rohikmat, menyayangkan kondisi memprihatinkan tersebut. Ia mempertanyakan kredibilitas DLH sebagai lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan.

“Kalau kantor yang dipakai sehari-hari saja tampak kumuh dan tidak terurus, bagaimana kita bisa percaya mereka bisa mengelola lingkungan daerah dengan baik ?” ungkap Rohikmat kepada media, pada Minggu (27/04/2025).

“Ia menilai kondisi ini mencerminkan rendahnya kesadaran internal terhadap tugas pokok dan fungsi DLH. Menurutnya, kantor dinas yang bergerak di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan seharusnya bisa menjadi contoh bagi instansi lain, terutama dalam hal penataan dan kebersihan area kerja,” ungkapnya.

“DLH harus menjadi contoh, bukan justru menjadi sorotan karena ketidakteraturan. Harus bersih dan rapi agar selaras dengan misi mereka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, upaya untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Winarno, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Pesan dan panggilan melalui aplikasi WhatsApp juga belum mendapat tanggapan.

Kondisi ini menambah panjang daftar pertanyaan publik tentang keseriusan DLH Pandeglang dalam menjalankan fungsinya.

Masyarakat berharap agar permasalahan ini segera mendapat perhatian serius dari pimpinan dinas maupun pemerintah daerah, demi menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan mencerminkan nilai-nilai kelestarian lingkungan.