MANOKWARI SELATAN – Kodim 1808/Manokwari Selatan menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Ke-130 dengan prosesi bernuansa adat Papua di Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (6/11/2026).
Penyambutan tersebut mencerminkan penghormatan sekaligus keramahan masyarakat Papua terhadap rombongan Tim Wasev yang menjalankan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Dandim 1808/Mansel sekaligus Dansatgas TMMD Ke-130, Letkol Czi Sunandar Parius S., S.E., M.I.P., M.M., menyambut langsung kedatangan rombongan bersama jajaran Kodim dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Prosesi penyambutan berlangsung hangat dengan mengangkat tradisi lokal sebagai bagian dari penghormatan kepada tamu yang berkunjung ke wilayah Manokwari Selatan.
Kunjungan Tim Wasev memiliki agenda penting untuk memeriksa perkembangan pelaksanaan TMMD Ke-130, terutama pencapaian sasaran pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.
Tim Wasev juga menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan Satgas melaksanakan seluruh program sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Pengawasan Menentukan Kualitas Pembangunan
Pengawasan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD karena keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyelesaian pekerjaan fisik.
Kualitas bangunan, ketepatan sasaran, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat juga menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian.
Melalui kunjungan tersebut, Satgas TMMD Ke-130 diharapkan dapat mempertahankan kualitas pekerjaan sekaligus menyelesaikan seluruh target sesuai jadwal.
Program TMMD Ke-130 sendiri menyasar kebutuhan masyarakat Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
Pembangunan melalui program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan infrastruktur desa dan memperkuat akses masyarakat terhadap fasilitas dasar.
Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Kehadiran Tim Wasev sekaligus menjadi momentum untuk mengidentifikasi perkembangan pekerjaan dan memastikan setiap sasaran memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga.
Dengan demikian, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari jumlah pembangunan yang selesai, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Kodim 1808/Mansel melalui Satgas TMMD Ke-130 terus menjalankan program tersebut dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Penyambutan bernuansa adat Papua pun menjadi gambaran bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya membawa agenda pembangunan, tetapi juga menghargai nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.
