Cimahi – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digulirkan pemerintah sebagai upaya menekan kasus stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, di balik tujuan mulia tersebut, terselip pertanyaan besar Seberapa aman makanan yang dikonsumsi penerima manfaat MBG di Kota Cimahi?

Fakta terbaru terungkap dalam acara radio talk bertema *Keamanan Pangan MBG dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Cimahi di Studio Mix Radio Cimahi pekan lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Mulyati, S.Kep., Ners., M.Kes, membeberkan kondisi riil terkait standar kelayakan higienitas penyedia makanan MBG.

“Dari 30 SPPG yang sudah beroperasi di Kota Cimahi, baru 11 SPPG yang dinyatakan layak higiene sanitasi dan telah menerima SLHS,”ungkap Mulyati.

Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya publik:
Bagaimana nasib 19 SPPG lainnya yang belum mendapatkan sertifikat kelayakan higiene sanitasi?
Apakah mereka tetap ikut memasok makanan dalam program MBG? Dan bagaimana jaminan keamanannya?

SLHS Wajib, Bukan Pilihan

SLHS merupakan sertifikat resmi dan wajib sebagai bukti bahwa tempat pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan layak untuk memproduksi makanan bagi masyarakat.

Sertifikat ini menjadi alat kontrol penting untuk mencegah potensi keracunan massal, penyebaran bakteri, serta penyakit bawaan makanan.

“SLHS bertujuan melindungi kesehatan masyarakat agar tempat pengelola makanan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen,”jelas Mulyati.

Namun dengan jumlah fasilitas belum tersertifikasi yang masih jauh lebih besar dibandingkan yang sudah layak, publik mendesak kejelasan pengawasan lapangan serta kecepatan tindak lanjut proses sertifikasi.

Pengawasan Harus Ketat dan Transparan

Dinas Kesehatan mengklaim telah melakukan inspeksi rutin, pelatihan untuk Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) serta penjamah pangan, hingga proses sertifikasi.

Namun, muncul pertanyaan kritis:

  • Apakah inspeksi berjalan efektif dan menyeluruh?
  • Apakah ada sanksi bagi SPPG yang belum memenuhi standar namun tetap beroperasi?
  • Adakah publikasi daftar SPPG bersertifikat dan belum bersertifikat?

Kejelasan informasi ini penting untuk jaminan keamanan publik dan transparansi anggaran negara yang digelontorkan untuk MBG.

Pesan Tegas dan Ajakan Publik

Mengakhiri dialog, Mulyati menekankan komitmen menjaga kualitas layanan MBG dan mengingatkan penyelenggara agar tidak mengabaikan standar.

“Kami sampaikan kepada seluruh SPPG yang sudah memiliki SLHS agar tetap menjaga keamanan pangan, sehingga penerima manfaat mendapat makanan sehat menuju generasi emas yang sehat dan produktif,” tegas Mulyati.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap memanfaatkan MBG dengan penuh keyakinan.

“Yuk mari manfaatkan program dari Bapak Presiden ini dengan keyakinan bahwa kami menjalankan program ini secara optimal,”tambahnya.