SERANG – Pihak PT Gunung Mulia Steel memastikan akan bertanggung jawab penuh atas empat pekerja yang mengalami luka bakar akibat insiden ledakan tungku yang terjadi pada Sabtu (22/11/2025).
Perwakilan HRD, Yayan Sofyan, mengatakan bahwa segera setelah kejadian, perusahaan langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit dan memastikan seluruh kebutuhan perawatan ditangani dengan cepat.
“Staf saya langsung ke rumah sakit untuk mengurus para korban. Semua penanganan medis korban sepenuhnya ditanggung perusahaan. Jika tidak segera ditangani, bisa terkena inspeksi. Karena itu kami bergerak cepat,” ujar Yayan Sofyan, Kamis (27/11/2025).
Yayan menambahkan, perusahaan juga memberikan dukungan kepada keluarga yang mendampingi para korban selama masa perawatan.
“Keluarga yang mendampingi para pekerja kami berikan uang saku. Seluruh kebutuhan medis dan administratif menjadi tanggung jawab perusahaan,” tegasnya.
Selain itu, perusahaan memastikan para korban tetap menerima haknya selama masa pemulihan.
“Selama tiga bulan pertama, gaji korban tetap diberikan penuh. Tiga bulan berikutnya sebesar 50 persen, dan setelah enam bulan kami akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait kelanjutannya,” jelas Yayan.
Dalam insiden tersebut, empat pekerja yang menjadi korban masing-masing berinisial AA, R, M, dan R. Tiga pekerja mengalami luka bakar sekitar 30 persen, sementara satu korban mengalami luka bakar 40 persen.
Yayan juga menjelaskan dugaan penyebab terjadinya ledakan. Insiden berawal dari kelalaian pekerja saat memasukkan material bahan bakar ke dalam tungku.
“Material tidak dipilih terlebih dahulu. Diduga ada plat pipa yang tertutup coran sehingga ‘mampet’. Saat dimasukkan ke tungku, terjadi hembusan seperti uap panas yang akhirnya mengenai pekerja,” terangnya.
