Manggarai — Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak penyintas gempa bumi di SDK Wancang, Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9/2026).
Tim Puspsi TNI memberikan trauma healing sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis pascabencana gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Pendampingan tersebut berfokus membantu anak-anak mengatasi rasa takut, kecemasan, dan dampak psikologis akibat bencana.
Tim memberikan dukungan psikososial melalui interaksi, permainan, serta berbagai aktivitas bersama yang menyesuaikan kondisi anak.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak mendapat ruang untuk mengekspresikan perasaan dan membangun kembali rasa aman setelah menghadapi bencana.
Selain itu, kegiatan tersebut mendorong anak-anak menumbuhkan kembali kepercayaan diri selama menjalani proses pemulihan.
Psikolog Berikan Pendampingan
Puspsi TNI juga menghadirkan layanan konseling melalui psikolog profesional.
Psikolog memberikan layanan secara langsung di lokasi maupun secara daring melalui psikolog yang bersiaga di Mako Puspsi TNI.
Pendekatan tersebut memperluas dukungan psikologis bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan selama masa pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah desa, pihak sekolah, Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng, serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTT.
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Manggarai turut mendukung kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas sektor itu memperkuat pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana.
Upaya tersebut juga memperhatikan kondisi psikologis penyintas, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Kehadiran Tim Psikologi TNI mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Wancang Valerinus Bagung, Kepala SDK Wancang Rony Syukur, dan Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Romo Patrick Dharsam Guru.
Selanjutnya, Puspsi TNI bersama relawan psikologi terus memberikan pendampingan psikologis secara berkelanjutan kepada para penyintas.
Langkah tersebut bertujuan membantu anak-anak dan kelompok rentan kembali merasa aman, percaya diri, serta menjalani pemulihan pascabencana secara optimal.
