TANGERANG— Pemerintah resmi menggeber Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 secara nasional sebagai strategi langsung menekan angka kemiskinan melalui penyediaan hunian layak.
Peluncuran program dilakukan oleh Andra Soni bersama Maruarar Sirait dan Muhammad Tito Karnavian di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (30/3/2026).
Program BSPS tak hanya fokus pada bedah rumah, tetapi juga diintegrasikan dengan pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan seperti BP Tapera, Bank Rakyat Indonesia, Permodalan Nasional Madani, dan Sarana Multigriya Finansial.
Menteri PKP menegaskan, pendekatan baru ini dirancang agar bantuan perumahan tidak berhenti pada fisik bangunan, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga penerima agar berkelanjutan.
Sementara itu, Mendagri menilai program perumahan memiliki dampak langsung terhadap penurunan kemiskinan, mengingat rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Di Banten, program ini menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga Maret 2026, alokasi BSPS mencapai 3.322 unit dan berpotensi meningkat hingga 6.975 unit, naik tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.742 unit.
Sebaran bantuan mencakup seluruh wilayah kabupaten/kota, dengan Kabupaten Tangerang menjadi penerima terbanyak.
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hunian layak dan akses pembiayaan yang lebih mudah.
Program ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menggabungkan sektor perumahan dan ekonomi sebagai strategi terpadu dalam mempercepat pengentasan kemiskinan nasional.
