PANDEGLANG – Jelang Bulan Suci Ramadhan bagi masyarakat Pandeglang Banten sudah bukan rahasia umum untuk menggelar acara yang biasa disebut munggahan, dengan tradisi makan bersama berjejer beralaskan daun pisang bersama keluarga, sanak saudara, kerabat juga mitra-mitra terdekat lainnya.

Tidak heran untuk tradisi munggahan tersebut, lokasi-lokasi tempat wisata terdekat menjadi sasaran bagi masyarakat, salah satunya di pesisir pantai.

Pantauan media, dari ujung Kecamatan Sumur sampai Kecamatan Carita, lokasi persis pantai yang ada di daerah Kabupaten Pandeglang, sejak akhir pekan kemarin sudah diramaikan oleh pengunjung untuk acara munggahan bersama, salah satunya yang ditemui adalah rombongan ibu-ibu kader asal Desa Sukamanah Kecamatan Jiput. Mereka menggelar acara munggahan di Pantai Carita, tepatnya di Pantai Kodok Desa Pejamben.

“Saya sedih kang, saya juga merasa dihargai, awalnya para kader ini datang ke rumah berinisiatif mengajak, katanya kami mau munggahan, hayuk pak lurah kita munggahan. Melihat puluhan ibu-ibu para kader dengan semangatnya akhirnya saya ikuti keinginan para kader untuk acara munggahan ini,” terang H. Aan Awaludin selaku Kepala Desa Sukamanah, saat ditemui media di lokasi, pada Selasa (25/02/2025).

“Kenapa saya sedih dan terharu, mereka kompak dengan semangat patungan itu ngajak munggahan ini. Bahkan selain semua puluhan kader, bidan desa juga ikut termasuk ada bidan yang dari Puskesmas, saya ingin ngebahagiain mereka tapi mau gimana lagi mengingat kondisi saat ini, akhirnya saya ikuti kemauan bersama mereka ini”, ungkapnya.

Masih di lokasi yang sama, Apiah dan Jubaedah dari kader desa, saat diwawancarai mengaku acara munggahan jelang Ramadhan rutin mereka gelar, imbuhnya.

“Menyambut puasa Ramadhan, kita rutin untuk munggahan bersama Pak, alhamdulillah disupport juga sama Pak Lurahnya, dan untuk jumlah kader desa semuanya ada 35 orang, ada kader KB juga”, ujarnya.

Mengetahui para kader tersebut, dengan jauhnya sering membawa pasien dari warga ke RSUD Banten, WBO sempat meminta komentar para kader terkait RSUD Labuan yang lebih dekat, sambungnya.

“Ya harapannya nanti RSUD Labuan lebih respon kepada masyarakat ya, kepada pasien, kalau kami bawa pasien gimana ya, istilahnya jangan diabaikan, pengennya diberlakukan SKTM dengan BPJS, karena rata-rata pasien yang kami bawa itu rata-rata dari kalangan orang yang kurang mampu dan jangan cuek ke pasiennya”, pungkasnya.