PALEMBANG – Satgas Udara TNI bersama BMKG dan tim gabungan menyebarkan 5,6 ton garam Natrium Klorida (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, Senin (2/11/2026).

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tersebut mengerahkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 dari Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH). Langkah ini bertujuan meningkatkan potensi hujan sekaligus membantu mengurangi dampak karhutla di wilayah terdampak.

Berdasarkan pemantauan BMKG melalui radar cuaca dan penakar hujan, serta laporan personel TNI di lapangan, kegiatan penyemaian telah menunjukkan hasil positif.

Hujan tercatat turun di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan setelah pelaksanaan operasi penyemaian tersebut.

OMC Jadi Bagian Misi Kemanusiaan TNI

Panglima TNI menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca bukan sekadar upaya mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Operasi tersebut juga mencerminkan tanggung jawab kemanusiaan TNI dalam melindungi keselamatan masyarakat.

“Operasi modifikasi cuaca tidak hanya sekadar pemadaman Karhutla, tapi juga merupakan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan korban terdampak,” tegas Panglima TNI.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan langkah terpadu, termasuk dukungan teknologi, pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta koordinasi lintas instansi.

Melalui pengerahan kekuatan udara dan kerja sama dengan BMKG serta instansi terkait, TNI terus mengoptimalkan dukungan operasi modifikasi cuaca.

Upaya tersebut diharapkan membantu menekan dampak karhutla, mengurangi ancaman kabut asap, serta melindungi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Keterlibatan TNI dalam operasi ini sekaligus memperlihatkan peran institusi pertahanan dalam mendukung penanggulangan bencana dan menjalankan misi kemanusiaan demi keselamatan masyarakat.