KALIMANTAN – TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Senin (2/11/2026).
Dalam operasi tersebut, penerbang TNI Angkatan Udara menyemai 8,4 ton garam Natrium Klorida (NaCl) menggunakan tiga jenis pesawat, yakni Hercules C-130, CN-295, dan Cassa C-212.
Pengerahan kekuatan udara tersebut bertujuan meningkatkan potensi pembentukan hujan guna membantu mengendalikan karhutla serta mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan.
Berdasarkan data BMKG dan pemantauan petugas di lapangan, hujan telah mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan. Kondisi ini menjadi perkembangan positif dalam upaya mendukung penanganan karhutla melalui rekayasa cuaca.
Panglima TNI Tegaskan Misi Kemanusiaan
Panglima TNI menegaskan bahwa pelaksanaan OMC tidak sekadar menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Operasi tersebut juga mencerminkan kepedulian serta tanggung jawab TNI dalam melindungi keselamatan masyarakat.
“Operasi modifikasi cuaca tidak hanya sekadar pemadaman Karhutla, tapi juga merupakan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan korban terdampak,” tegas Panglima TNI.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan TNI dalam mendukung penanggulangan bencana melalui pengerahan personel, alutsista, dan kemampuan operasional udara.
Selain itu, sinergi dengan BMKG dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan penyemaian bahan semai di wilayah sasaran.
Melalui operasi terpadu tersebut, TNI terus memperkuat dukungan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana, menekan dampak kabut asap, serta melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Keterlibatan TNI dalam operasi kemanusiaan ini sekaligus menunjukkan komitmen institusi pertahanan untuk hadir membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
