PANDEGLANG – Jajaran Satlantas Polres Pandeglang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang melakukan operasi travel gelap alias bodong yang masuk ke wilayah Pandeglang, Rabu (26/03/2025) pukul 00.00 WIB hingga selesai.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Pandeglang, IPTU Sigit mengatakan, pihaknya melakukan operasi untuk antisipasi maraknya travel liar yang masuk di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Kegiatan operasi yang kita lakukan adalah menindaklanjuti laporan dari Organda Banten maraknya travel liar yang masuk ke wilayah Banten Selatan khususnya di Kabupaten Pandeglang,” ungkap IPDA Sigit.
“Kita terus upayakan operasi sampai tidak adanya travel liar dari H-7 sampai H+7 untuk sementara kita lakukan tindakan penilangan”, sambungnya.
Maraknya travel liar, kata IPDA Sigit indikasi kendaraan diantaranya roda empat pribadi yang oper loud membawa barang diatas kendaraan nya tersebut.
“Kita temukan kendaraan travel liar itu hampir semua dari Jakarta yang kita lakukan penilangan. Adapun kendaraan Greb online bukan travel liar karena menggunakan jejaring online”, katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang memiliki legalitas yang jelas dan selalu dilaksanakan pemeriksa kendaraan secara rutin.
“Kami akan terus melakukan operasi sampai tidak ada lagi travel liar masuk wilayah Pandeglang. Dan kami menghimbau pada masyarakat dalam mudik lebih baik menggunakan transportasi umum”, imbuhnya.
Sementara Ketua Organda Banten, Emus Mustagfirin yang pada kesempatan itu turun ke lapangan untuk memastikan dalam sweeping yang dilakukan oleh para sopir angkutan umum tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya saat ini sedang berada di lokasi yang diketahui adanya sweeping travel gelap di Pandeglang Selatan. Untuk itu, Organda berharap pihak APH dan Dishub Pandeglang segera menindaklanjuti pengaduan angkutan umum dengan banyak travel liar,” kata Mustagfirin, seraya menambahkan bahwa travel liar itu banyaknya di malam hari hingga subuh.
“Jika tidak ditindak tegas oleh aparat kepolisian hawatir terjadi hal yang kita tidak inginkan dengan sweeping dilakukan para sopir angkutan umum”, pungkasnya.
