Bandung – Di balik pintu ruang kendali Bandung Command Center ( BCC ), tiga petugas Bandung Siaga 112 terus berjaga tanpa henti. Mereka adalah para Call Taker yang menjadi garda pertama penanganan kegawat daruratan di Kota Bandung.
Saat warga terlelap atau merayakan hari besar, ruangan itu tetap hidup. Suara operator yang berkata, “Bandung Siaga 112, kejadian darurat apa yang dilaporkan?” menjadi kalimat pertama yang didengar pelapor sebelum penanganan dilakukan.
Layanan 112 beroperasi 24 jam dengan tiga sif. Para agen menjalani rutinitas ketat, mulai dari berangkat sebelum fajar hingga bergiliran berjaga malam. Tantangan seperti kantuk, meninggalkan keluarga saat hari raya, hingga menghadapi laporan genting menjadi bagian dari tugas mereka.
Dalam sehari, ratusan laporan masuk mulai dari kebakaran, kecelakaan, hingga insiden yang menyangkut nyawa. Tak sedikit pula prank call yang mengganggu layanan, namun para agen tetap menjaga profesionalisme.
Para agen menegaskan bahwa kepekaan, kecepatan, dan ketepatan adalah kunci kerja mereka. Kesalahan kecil dalam memilah aduan dapat berdampak besar pada penanganan di lapangan.
Bandung Siaga 112 juga bersinergi dengan berbagai instansi, seperti Pemadam Kebakaran, Kepolisian, dan dinas terkait lainnya. Koordinasi inilah yang memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara cepat.
Masyarakat pun diimbau menggunakan layanan 112 secara bijak.
Cukup tekan 112 dari ponsel, laporkan keadaan dengan tenang, dan petugas akan segera membantu.
Layanan ini bebas pulsa dan dapat diakses di seluruh wilayah Kota Bandung.
