Lampung, Diksiber – Polda Lampung menggelar Operasi Zebra Krakatau 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Sebanyak 667 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas (kamseltibcarlantas) di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan operasi ini mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif, meski tetap didukung penegakan hukum yang tegas.
“Operasi ini bukan sekadar penindakan. Kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas melalui edukasi,” ujar Yuyun, Selasa.
Dalam pelaksanaannya, polisi akan menerapkan kombinasi tilang manual, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, serta teguran simpatik. Fokus penindakan ditujukan pada pelanggaran berisiko tinggi, seperti melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, dan kendaraan tidak layak jalan.
Kekuatan personel terdiri dari 94 personel Satgas di tingkat Polda dan 573 personel dari jajaran Polres/Polresta. Setiap unit diperintahkan untuk memperkuat kegiatan preemtif, preventif, hingga penegakan hukum yang terukur.
Sosialisasi telah dilakukan di berbagai daerah, seperti Lampung Utara, melalui kegiatan safety riding. Sementara di Polresta Bandar Lampung, Latihan Pra-Operasi (Latpraops) digelar untuk memastikan seluruh personel memahami Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Upaya preemptif dan preventif harus berjalan maksimal agar potensi kecelakaan dapat ditekan,” tegas Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan.
Dengan dukungan penuh personel dan teknologi, Operasi Zebra Krakatau 2025 menargetkan peningkatan kepatuhan masyarakat dan penurunan angka kecelakaan menjelang libur akhir tahun. Masyarakat diimbau untuk mematuhi semua peraturan lalu lintas yang berlaku.
