LABUHANBATU – Warga Lingkungan Talak Simin (Talsim), Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mengaku resah dengan maraknya kasus pencurian yang terjadi di lingkungan mereka.
Keresahan warga tersebut mencuat setelah sejumlah barang milik masyarakat dilaporkan hilang. Barang yang disebut menjadi sasaran pencurian antara lain buah sawit, pakaian yang dijemur, ayam, seng dari rumah kosong, hingga kabel listrik.
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian warga adalah dugaan pencurian kabel listrik dari sebuah rumah sewa yang belum ditempati pada Senin (25/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Rumah yang berada di kawasan Talsim tersebut dilaporkan dibobol melalui pintu belakang. Seluruh kabel listrik di dalam rumah disebut telah diambil oleh pelaku.
Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat melihat seseorang keluar dari bagian belakang rumah tersebut.
“Hai, ngapain kamu keluar dari situ? Kubilang nanti kamu sama yang punya rumah,” ujar saksi tersebut, sebagaimana dituturkan kembali kepada pemilik rumah.
Setelah kejadian, saksi kemudian memberitahukan kepada pemilik rumah mengenai kondisi tersebut. Dalam keterangannya, saksi menyebut terdapat dua warga berinisial D dan A yang diduga berkaitan dengan hilangnya kabel listrik.
Pemilik rumah kemudian mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan (Kepling) Talsim, Erwin Nasution.
“Pak Kepling, rumah sewa paling ujung kabelnya habis diambil. Diduga oleh si D dan A,” ujar pemilik rumah kepada Kepling.
Mendapat laporan tersebut, Erwin kemudian mengecek kondisi rumah. Dari hasil pengecekan, ia menemukan sejumlah bagian kabel dan pipa instalasi listrik dalam kondisi berserakan, mulai dari ruang tamu, kamar hingga dapur.
Kepling selanjutnya memanggil D dan A untuk meminta penjelasan mengenai dugaan pencurian tersebut.
Dalam pertemuan itu, Erwin mempertanyakan alasan keduanya berada di rumah tersebut serta dugaan keterlibatan mereka dalam hilangnya kabel listrik.
“Aku bertanya sama kalian berdua, kenapa kalian lakukan itu? Apa kalian tidak takut kalau dilaporkan? Saya juga sudah pernah menasihati kalian berdua agar jangan melakukan pencurian di sini. Masih juga dilakukan, bahkan ada saksi yang melihat kalian masuk ke rumah itu,” kata Erwin, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.
Namun, D dan A membantah telah mengambil kabel listrik tersebut. Keduanya mengaku hanya masuk ke dalam rumah bersama seorang teman.
“Bukan kami yang mengambilnya, Pak. Ada kawan kami satu lagi. Kami masuk ke rumah itu hanya sekadar nyabu,” ujar D dan A, menurut keterangan Erwin.
Atas kejadian tersebut, Kepling meminta agar persoalan tersebut dipertanggungjawabkan. Ia juga mengingatkan bahwa apabila tidak ada penyelesaian, pihak pemilik rumah dapat melaporkan dugaan pembobolan dan pencurian tersebut kepada aparat penegak hukum.
Erwin mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian karena warga sebelumnya juga mengeluhkan sejumlah kasus kehilangan di lingkungan Talsim.
Warga berharap adanya peningkatan keamanan dan pengawasan lingkungan untuk mencegah terjadinya pencurian kembali. Mereka juga meminta warga yang mengetahui atau menjadi korban pencurian untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan dugaan pencurian kabel listrik tersebut. Status keterlibatan D dan A juga masih sebatas dugaan dan perlu dibuktikan melalui proses hukum.
