JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendesak investigasi menyeluruh atas kecelakaan tabrakan kereta di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi 14 orang.
Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan pihak terdampak insiden tersebut. Ia menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Insiden ini perlu segera dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui faktor penyebab, apakah human error, persoalan persinyalan, atau manajemen operasional,” ujar Sari dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Selain investigasi, DPR juga meminta pemerintah dan pihak terkait memprioritaskan pemulihan korban, baik secara fisik maupun mental. Sari menekankan pentingnya pemberian restitusi oleh operator sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.
“Perlindungan dan pemulihan korban harus diutamakan, termasuk restitusi dari pihak operator,” tambahnya.
Ia juga mendesak evaluasi dan monitoring berkala terhadap sistem keselamatan perkeretaapian agar kejadian serupa tidak terulang. Sari berharap kecelakaan di Bekasi Timur menjadi yang terakhir.
Sementara itu, data terbaru mencatat 14 korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Dari pihak operator, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada keluarga korban dan pelanggan yang terdampak.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga. Fokus kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.
