BEKASI — Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, turun langsung meninjau proses evakuasi korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Di lokasi kejadian, Sudjatmiko melihat langsung kondisi lokomotif Argo Bromo Anggrek yang menghantam hingga merobek dua gerbong KRL, termasuk gerbong khusus wanita. Ia menyebut situasi di lokasi mencekam dengan proses evakuasi yang terkendala area peron sempit.

“Saya melihat situasi sangat mencekam. Petugas sudah cekatan, tetapi lokasi yang sempit membuat penanganan sulit,” ujarnya.

Ia memastikan koordinasi antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian wilayah Depo I Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah berjalan, termasuk pembukaan saluran informasi resmi agar perkembangan evakuasi tersampaikan secara terpusat.

Sudjatmiko juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Bekasi yang memiliki keluarga di KRL 5568A, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Warga dapat melihat publikasi resmi PT KAI dan berhati-hati terhadap hoaks,” katanya.

Ia menegaskan fokus utama pada malam kejadian adalah penyelamatan korban, sementara penyebab kecelakaan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diinvestigasi secara menyeluruh.

“Biarkan malam ini rampung dalam misi penyelamatan. Kami percaya KNKT akan menjelaskan kronologi lengkap,” tambahnya.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula dari taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dan tertabrak KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Benturan tersebut membuat KRL berhenti di jalur, lalu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, KAI mencatat tujuh penumpang meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan KAI, Basarnas, dan tenaga medis.

KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, termasuk penjaminan biaya pengobatan dan pemakaman melalui skema asuransi. Sementara itu, operasional Commuter Line relasi Cikarang untuk sementara hanya sampai Stasiun Bekasi.