SERANG – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang terus berupaya mencari solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menunjukkan kesungguhan dan ikhtiar nyata meski hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) definitif.

“Pemerintah Kabupaten Serang sesungguhnya sudah melakukan berbagai upaya, baik melalui skema jangka pendek maupun jangka panjang. Hanya saja, memang perjalanannya belum sempurna karena solusi jangka panjang yakni TPA definitif belum terpenuhi,” ujar Muhibin dalam keterangan video yang diterima diksiber.id, pada Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, persoalan TPA bukan hal yang bisa diselesaikan secara instan. Proses administrasi, perencanaan teknis, hingga pembiayaan harus dilakukan secara bertahap. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk turut mendoakan agar pembangunan TPA definitif bisa segera terealisasi.

“Ini semua by process, butuh waktu. Kami harap masyarakat Kabupaten Serang ikut mendoakan agar upaya pemerintah ini berjalan lancar. Karena pemerintah daerah sudah berikhtiar maksimal, tinggal menunggu waktu dan teknis yang tepat,” katanya.

Namun demikian, Muhibin menegaskan bahwa keberadaan TPA saja bukan satu-satunya solusi atas persoalan sampah. Ia menilai, penanganan sampah juga membutuhkan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat secara kolektif.

“Saya sering bilang, masalah sampah itu pendekatannya ada dua: rupiah dan ruqyah,” ujar Muhibin sembari tersenyum.

Ia menjelaskan, pendekatan rupiah berarti komitmen anggaran pemerintah dalam menangani persoalan sampah, seperti pembangunan infrastruktur, pengadaan alat, dan biaya operasional. Sementara ruqyah, lanjutnya, merupakan simbol dari upaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Rupiah itu urusan kebijakan dan anggaran pemerintah. Tapi ruqyah adalah bagaimana masyarakat sadar, tidak buang sampah sembarangan, punya tanggung jawab bersama. Jadi, dua-duanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Ahmad Muhibin menilai, sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kabupaten Serang yang bersih dan berkelanjutan.

“Kalau dua pendekatan ini berjalan bersama (rupiah dan ruqyah), saya yakin masalah sampah di Kabupaten Serang bisa diatasi,” tutupnya.