Penulis: Fahdi Khalid “Akew”
Sekretaris PWI Banten, Pimpinan Rian Nopandra
DIKSIBER,–Bulan Ramadan 1446 H, yang jatuh pada 1 Maret 2025, kembali hadir dan disambut dengan penuh suka cita oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa yang tentunya membawa perubahan pola makan dan metabolisme tubuh. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan, seperti dehidrasi, sembelit, hingga kelelahan.
Bagi wartawan, puasa bukan alasan untuk mengurangi semangat dalam menjalankan tugas. Justru, di bulan penuh berkah ini, banyak peristiwa dan kegiatan menarik yang perlu diliput, mulai dari acara keagamaan, sosial, hingga tren unik yang berkembang di masyarakat. Wartawan harus tetap prima dan bugar agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Berikut beberapa tips sederhana agar wartawan tetap segar dan bugar saat liputan di bulan Ramadan:
1. Sahur dengan Menu Seimbang
Sahur adalah modal utama agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat kompleks, seperti:
1. Nasi merah, oatmeal, atau roti gandum (karbohidrat kompleks)
2. Telur, daging tanpa lemak, atau kacang-kacangan (protein)
3. Sayur dan buah (serat)
Hindari makanan berlemak tinggi dan terlalu manis, karena bisa membuat tubuh cepat lemas saat berpuasa.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi bisa menyebabkan lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, anda dapat lakukan beberapa hal di bawah ini:
1. Minumlah 8 gelas air putih saat berbuka hingga sahur dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur).
2. Hindari kopi, teh, dan minuman bersoda karena bisa menyebabkan dehidrasi lebih cepat.
3. Berbuka dengan Bijak
Saat berbuka, sebaiknya pilih makanan yang ringan dan kaya air, seperti buah-buahan segar dan sup. Setelah itu, barulah makan besar secukupnya, jangan berlebihan agar sistem pencernaan tetap nyaman dan tidak mengganggu aktivitas liputan.
4. Jaga Kualitas Tidur
Kurangnya tidur bisa menyebabkan konsentrasi menurun dan tubuh mudah lelah. Oleh karena itu:
1. Usahakan tidur lebih awal dan cukup 6-8 jam per hari.
2. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu siang untuk power nap selama 10-15 menit agar tubuh kembali segar.
5. Tetap Bergerak dan Berolahraga Ringan
Meskipun berpuasa, tubuh tetap perlu bergerak agar tidak kaku dan tetap bugar. Cukup lakukan olahraga ringan selama 15 menit sehari, seperti stretching atau jalan santai, terutama setelah berbuka.
6. Atur Rencana Liputan dengan Baik
Wartawan perlu membuat to-do list agar pekerjaan lebih terstruktur dan tidak menumpuk. Prioritaskan liputan di waktu yang lebih nyaman, misalnya pagi atau sore hari. Selain itu, tetap siaga dan fleksibel karena berita bisa datang kapan saja.
7. Manfaatkan Kelonggaran Jam Kerja
Beberapa perusahaan media biasanya memberikan kelonggaran jam kerja selama Ramadan. Namun, wartawan tetap harus stand by dan waspada terhadap berita mendadak. Pastikan selalu berkoordinasi dengan pimpinan redaksi agar tugas berjalan lancar.
Puasa bukan alasan untuk menurunkan performa dalam bekerja. Dengan pola makan yang baik, hidrasi yang cukup, serta manajemen waktu yang efektif, wartawan tetap bisa segar, bugar, dan produktif selama bulan Ramadan.
Salam sehat dan tetap semangat menjalankan tugas jurnalistik!
