Diksiber.id – Kota Bekasi.
Nama Indah Indri Hapsari, SH., M.Si., Kasie Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, belakangan terlihat cukup aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial di tengah masyarakat. Sosoknya tidak hanya menjalankan fungsi administratif di lingkungan pemerintahan kecamatan, 15 September 2026.
Sejumlah kegiatan menunjukkan keterlibatannya langsung dalam pendataan, verifikasi, pendampingan, penyaluran bantuan hingga menyapa masyarakat di lapangan.
Salah satu yang menonjol adalah ketika Indah bersama Tim Kesos melakukan verifikasi lapangan terhadap seorang lansia di Jaticempaka yang sebelumnya diberitakan belum tersentuh bantuan.
Hasil pemeriksaan dan sinkronisasi data menunjukkan warga tersebut ternyata telah menerima sejumlah program bantuan pemerintah.
Kecamatan Pondokgede Turun Ketika Warga Membutuhkan Dalam urusan sosial, data memang penting. Namun, data tanpa verifikasi lapangan berpotensi melahirkan persoalan.
Indah tampaknya memahami titik tersebut. Ia beberapa kali terlihat turun langsung bersama unsur kelurahan maupun tenaga sosial untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Pada penyaluran bantuan pangan terbaru, misalnya, ia memantau distribusi beras Bulog sekaligus menyapa warga penerima manfaat di setiap kelurahan.
Di Kecamatan Pondok Gede, program tersebut mencakup 11.436 Penerima Bantuan Pangan dengan total pagu 343.080 kilogram beras. Bagi seorang pejabat yang menangani bidang kesejahteraan sosial, pola kerja seperti ini menjadi penting.
Sebab, persoalan sosial tidak selalu bisa dibaca hanya dari laporan administrasi.Tidak Hanya Bantuan PanganPeran Indah juga terlihat dalam program sosial lainnya.
Pada Juli 2026, ia mengoordinasikan penyaluran alat bantu bagi warga penyandang disabilitas di Pondok Gede, termasuk kursi roda, tongkat sensorik dan kaki palsu, dengan melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di setiap kelurahan.
Di bidang pendidikan, ia juga menyampaikan sosialisasi Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) kepada masyarakat agar anak-anak yang belum memperoleh bangku SMA/SMK negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Sementara dalam kegiatan kepemudaan, Indah turut mendampingi kegiatan Pramuka dan mendorong nilai disiplin, kemandirian, kepedulian serta tanggung jawab sosial generasi muda.
Kesos yang Memilih MendengarKarakter yang terlihat dari berbagai kegiatan tersebut adalah kedekatan dengan masyarakat.
Turun ke kelurahan, menyapa warga, melakukan verifikasi, berkoordinasi dengan PSM, kelurahan dan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian dari pekerjaan sosial yang menuntut bukan hanya kemampuan administratif, tetapi juga kepekaan terhadap persoalan warga.
Bahkan dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, Indah hadir bersama jajaran kelurahan dalam penguatan Forum Warga Peduli AIDS (WPA) tingkat kecamatan dan kelurahan.
Di sinilah sosok Indah Indri Hapsari terlihat: bekerja di wilayah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat—bantuan pangan, pendidikan, penyandang disabilitas, kelompok rentan hingga persoalan sosial.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat Kesos bukan sekadar banyaknya kegiatan yang dihadiri. Yang lebih penting adalah seberapa jauh kehadirannya mampu memastikan warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan perhatian, pelayanan dan haknya.
Dan ketika seorang pejabat memilih turun dari balik meja untuk melihat langsung kondisi masyarakat, setidaknya ada satu pesan yang terlihat jelas: urusan kesejahteraan sosial harus dikerjakan dengan data, tetapi juga dengan hati dan kehadiran.
YB
