BANDUNG – Personel TNI bersama militer negara mitra menguji kemampuan menghadapi bencana melalui simulasi respons terpadu di Bandung.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) Tabletop Exercise (TTX) dalam rangka SGS 2026, Rabu (2/9/2026).
Simulasi itu menguji kemampuan peserta dalam menganalisis situasi, berkoordinasi, serta mengambil keputusan ketika bencana membutuhkan respons lintas unsur.
Peserta menghadapi perkembangan skenario yang mengharuskan mereka menyusun langkah penanganan secara bersama.
Latihan tersebut menempatkan koordinasi sebagai aspek penting dalam membangun respons terpadu menghadapi situasi bencana.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kemampuan pencarian dan pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Peserta juga mempelajari konsep Chemical, Biological, Radiological, Explosive and Fire Response Package (CERFP).
Pembekalan tersebut memberikan dasar pemahaman sebelum peserta menghadapi skenario yang berkembang selama pelaksanaan TTX.
Uji Koordinasi Lintas Negara
Dalam simulasi, personel TNI dan militer negara mitra menyusun respons berdasarkan situasi yang berkembang dalam skenario latihan.
Mereka mengandalkan kemampuan analisis untuk memahami persoalan sebelum menentukan langkah penanganan secara bersama.
Selanjutnya, peserta mengoordinasikan berbagai unsur agar respons terhadap situasi bencana dapat berjalan secara terpadu.
“TTX mensimulasikan respons terpadu dalam menghadapi situasi bencana yang membutuhkan koordinasi lintas unsur dan negara,” demikian keterangan Puspen TNI.
Melalui mekanisme tersebut, peserta tidak hanya menguji kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja dalam satu sistem respons multinasional.
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk memahami prosedur dan pola koordinasi yang digunakan unsur negara mitra.
Karena itu, latihan menempatkan komunikasi dan pengambilan keputusan bersama sebagai bagian penting dalam menghadapi skenario bencana.
Perkuat Kesiapan Misi Kemanusiaan
TTX HADR menjadi salah satu bagian dari SGS 2026 yang memperluas latihan bersama pada aspek kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Latihan tersebut memberikan ruang bagi TNI dan negara mitra untuk menguji kesiapan menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat.
Selain itu, peserta dapat memperkuat interoperabilitas melalui latihan bersama dalam menghadapi skenario yang melibatkan berbagai unsur.
Interoperabilitas menjadi penting ketika penanganan bencana melibatkan banyak organisasi dan negara dengan prosedur berbeda.
Melalui latihan ini, peserta menyelaraskan pemahaman, koordinasi, dan proses pengambilan keputusan dalam satu kerangka respons.
Kegiatan tersebut juga memperkuat kemampuan peserta menjalankan misi kemanusiaan secara terkoordinasi dalam konteks multinasional.
Dengan demikian, SGS 2026 tidak hanya mengembangkan kemampuan militer, tetapi juga memperkuat kesiapan menghadapi tantangan kemanusiaan.
Pelaksanaan HADR TTX di Bandung menjadi sarana bagi TNI dan negara mitra menguji pola kerja bersama dalam situasi bencana.
Peserta kemudian mengevaluasi setiap perkembangan skenario melalui analisis dan koordinasi sebelum menentukan langkah respons.
Proses tersebut mendorong peserta membangun kemampuan bekerja secara terpadu, sekaligus memperkuat hubungan kerja antarnegara.
Melalui latihan yang berlangsung pada Rabu (2/9/2026), TNI dan negara mitra memperkuat kesiapan menjalankan misi kemanusiaan.
Latihan itu sekaligus mendukung upaya meningkatkan koordinasi dan interoperabilitas dalam penanggulangan bencana secara multinasional.
