Ugimba, Papua Tengah — Koops TNI Habema berhasil mencapai Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, setelah wilayah tersebut menghadapi keterisolasian selama sekitar 15 tahun.

Kondisi geografis ekstrem menjadi salah satu kendala utama masyarakat Ugimba. Jalur pegunungan, hutan lebat, cuaca tidak menentu, dan suhu hingga 4 derajat Celsius menyulitkan akses menuju wilayah tersebut.

Selain faktor geografis, dinamika keamanan turut membatasi mobilitas masyarakat. Aktivitas kelompok bersenjata OPM di wilayah terpencil berdampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Koops TNI Habema kemudian mengerahkan prajurit untuk membuka akses sekaligus menciptakan kondisi keamanan yang lebih kondusif bagi masyarakat.

Prajurit menempuh medan pegunungan selama tujuh hari sejak titik pendaratan helikopter hingga mencapai Distrik Ugimba.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang turut hadir di Ugimba.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Koops TNI Habema menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. Bantuan itu berupa 200 kilogram sembako, tiga ekor babi, 50 kilogram ayam, serta berbagai mainan untuk anak-anak.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat komunikasi dan hubungan dengan masyarakat Ugimba.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, kehadiran prajurit tidak hanya berfokus pada aspek keamanan.

“Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan secara aman dan normal,” ujar Yudha.

Menurutnya, keamanan menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

“Kami hadir untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara,” katanya.

Yudha juga menegaskan bahwa tantangan geografis dan dinamika keamanan tidak mengurangi komitmen prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Masyarakat Papua Pegunungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangkoops TNI Habema beserta rombongan.

Penias mengatakan, masyarakat Ugimba selama ini menghadapi keterbatasan akibat jauhnya akses pemerintahan, kondisi geografis, serta situasi keamanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan kepada negara. Selama ini Ugimba merupakan daerah yang jauh dari pemerintahan dan memiliki banyak keterbatasan,” ujar Penias.

Ia menilai kedatangan jajaran Koops TNI Habema menjadi bentuk nyata perhatian negara kepada masyarakat Ugimba.

Penias juga mengapresiasi bantuan sembako dan tiga ekor babi yang TNI berikan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keberhasilan Koops TNI Habema mencapai Ugimba menjadi momentum penting bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.

Melalui pengamanan wilayah, komunikasi, dan bantuan sosial, TNI berupaya membuka kembali ruang aktivitas masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di wilayah Papua Tengah.