Cikarang – Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar pada 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi Cikarang telah menetapkan Akhmad Munir sebagai Ketua Umum baru untuk periode 2025-2030. Direktur Utama LKBN ANTARA ini terpilih melalui proses demokratis dengan perolehan 52 suara, mengungguli Hendry Ch. Bangun yang meraih 35 suara .
Dalam struktur kepemimpinan yang baru, Atal S. Depari juga terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat setelah memperoleh 44 suara, mengalahkan Sihono HT yang mendapatkan 42 suara . Kedua pemenang langsung disambut sorak-sorai dan dilekungkan selendang sutra tradisional Bugis sebagai simbol kemenangan .
Dalam sambutan pertamanya usai terpilih, Munir menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kongres.
“Kami berterima kasih kepada Dewan Pers dan Komdigi yang sejak awal bersama PWI menjaga semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menjadi dorongan moral sekaligus pengingat bahwa pers punya tanggung jawab besar bagi bangsa,” ujar Munir .
Atal S. Depari menambahkan bahwa kolaborasi erat antara organisasi pers, Dewan Pers, dan pemerintah merupakan kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. “Dengan sinergi ini, PWI bisa terus menjaga marwah pers dan meningkatkan integritas wartawan,” tegasnya .
Munir menegaskan komitmennya untuk melakukan modernisasi organisasi dan menjadikan PWI sebagai wadah pers yang solid dan profesional. Beberapa agenda prioritas yang akan dijalankan.
“Kita akan bersama-sama memperkuat peran PWI dalam melindungi kebebasan pers sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan wartawan,”ujar Munir.
Sementara itu, Atal Depari menekankan pentingnya menjaga martabat organisasi dan konsistensi dalam penegakan kode etik jurnalistik. “Dewan Kehormatan PWI adalah benteng moral. Kita harus memastikan wartawan tetap bekerja sesuai etika dan prinsip demokrasi,” ujarnya .
Kongres ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan perwakilan institusi penting, termasuk:
· Nezar Patria – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital
· Fifi Aleyda Yahya – Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi
· Komaruddin Hidayat – Ketua Dewan Pers
· Totok Suryanto – Wakil Ketua Dewan Pers yang juga anggota Steering Committee Kongres
· Dahlan Dahi – Anggota Dewan Pers
Kehadiran mereka disebut-sebut menjadi penguat semangat persatuan PWI sebagai organisasi pers tertua di Indonesia. Sebelumnya, Dewan Pers juga telah memberikan dukungan nyata dengan meminjamkan Hall Dewan Pers sebagai sekretariat panitia kongres .
Kongres PWI 2025 ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh jurnalis dari berbagai penjuru tanah air. Delegasi dari Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Riau, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sudah hadir sejak hari-hari sebelum kongres digelar .
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan kongres. “Dewan Pers akan hadir full team untuk mengawal jalannya kongres ini,” ujarnya sebelum acara .
Akhmad Munir tidak hanya dikenal sebagai Direktur Utama LKBN ANTARA, tetapi juga memiliki rekam jejak yang kuat di dunia jurnalistik. Terpilihnya Munir diharapkan dapat membawa angin segar dan perubahan progresif bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia .
Sementara itu, Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komdigi juga memiliki latar belakang jurnalistik yang kuat, termasuk pengalaman sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post dan anggota Dewan Pers periode 2013-2016 . Latar belakang ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara PWI dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan modern.
Dengan kepemimpinan baru ini, PWI diharapkan dapat berperan lebih strategis sebagai wadah profesional wartawan sekaligus pilar penting demokrasi Indonesia. Komitmen untuk modernisasi organisasi dan peningkatan kesejahteraan wartawan menjadi agenda utama yang akan diusung Munir bersama dengan jajaran pengurus barunya .
Kolaborasi antara PWI, Dewan Pers, dan Kementerian Komunikasi dan Digital juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pers Indonesia di tengah tantangan transformasi digital dan disrupsi media global .
