Dua Tahun Berlalu, Keadilan Masih Dipertanyakan

Kupang – Dua tahun sudah kematian Lucky Renaldy Kristian Sanu alias Lucky Sanu dan Delfi Yuliana Susana Foes alias Delfi Foes berlalu. Namun hingga kini, misteri dan tuntutan keadilan atas kematian keduanya masih terus menggema.

Senin malam (9/3/2026), keluarga korban bersama Aliansi Keadilan untuk Lucky & Delfi kembali menggelar Aksi 1.000 Lilin dan Napak Tilas Jilid VI di Kota Kupang. Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa kasus ini belum selesai dan masih menyisakan banyak pertanyaan.

Rangkaian kegiatan dimulai dari makam Lucky Sanu, kemudian dilanjutkan ke tempat kejadian perkara (TKP), dan diakhiri di makam Delfi Foes. Di setiap titik, para peserta menyalakan lilin sebagai simbol duka sekaligus perlawanan terhadap lupa.

Hujan yang mengguyur Kota Kupang malam itu tidak menghentikan langkah keluarga dan massa aksi. Dengan wajah penuh haru, mereka tetap mengikuti napak tilas hingga selesai.

Bagi keluarga korban, aksi ini bukan sekadar seremoni mengenang orang tercinta, tetapi juga bentuk desakan agar proses hukum benar-benar menuntaskan perkara yang dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya.

Aktivis pemuda dan penggiat sosial Sandiang Kaya Ndapa Namung dalam orasinya menegaskan bahwa publik masih menunggu kejelasan siapa saja pihak yang bertanggung jawab dalam kematian Lucky dan Delfi.

“Ini bukan sekadar berkumpul. Kami berdiri di sini untuk menuntut keadilan. Sampai hari ini publik masih bertanya, siapa sebenarnya pelaku utama dalam kasus ini?” tegasnya.

Ia juga menyoroti penanganan perkara oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai belum sepenuhnya transparan kepada publik.