MEDAN – Sebuah percakapan WhatsApp antara manajer restoran di Marelan, Medan, dengan karyawannya viral di media sosial. Sang karyawan meminta izin karena orang tua sakit dan dirawat. Manajer membalas dengan perintah mengundurkan diri.

Sumber: Potongan chat yang beredar di Twitter, Instagram, dan Facebook pada 5-6 April 2026.

Dalam chat tersebut, manajer menulis:

“Tanggal 5 kau terakhir kerja, besok antar surat resign mu. Pahami ya kamu gak akan bisa masuk ke Gacoan lagi mau di manapun.”

Pada pesan terpisah, manajer kembali menegaskan:

“Habis lebaran kirim saja surat resign mu, saya acc langsung resign mu.”

Publik mengecam. Ribuan komentar di media sosial menyebut manajer tidak berempati. Tagar #BoycottGacoanMedan sempat menjadi tren lokal.

Sumber: Klarifikasi dari akun yang mengaku sebagai manajer, beredar via pesan berantai WhatsApp.

Manajer membantah informasi sepihak. Ia mengklaim karyawan tersebut kerap mangkir.

“Dia bekerja, bukan sekolah. Sering izin dengan alasan tidak jelas. Malam nongkrong, besok izin. Dalam satu bulan bisa dua sampai tiga kali tidak masuk.”

Manajer menambahkan bahwa chat yang viral hanya potongan. Ia meminta publik tidak terburu-buru menilai.

Diskusi publik terbelah. Sebagian netizen mulai mempertanyakan rekam jejak karyawan. Sebagian lain tetap menilai cara pemecatan via chat saat keluarga sakit tetap tidak manusiawi, apa pun alasannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak restoran Gacoan di Marelan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Identitas karyawan dan manajer belum terungkap.

Kami menghimbau: Jangan konsumsi informasi dari satu sisi. Tunggu fakta utuh dari kedua belah pihak.