Bekasi – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan proyek ketenagalistrikan yang mencakup 26 pembangkit listrik serta 11 transmisi dan Gardu Induk di 18 provinsi, dalam acara yang berlangsung simbolis di PLTA Jatigede pada Senin, 20 Januari 2025. Salah satu sorotan dalam peresmian tersebut adalah PLTGU Add-On Muara Tawar Blok 2-3-4, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Ketenagalistrikan, Rabu 22/1/2025.
PLTGU Add-On Muara Tawar dirancang sebagai pembangkit yang ramah lingkungan, berperan penting dalam mendukung adopsi energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Jawa-Bali. Pembangkitan tambahan daya sebesar 650 MW dicapai dengan memanfaatkan gas buang dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), tanpa memerlukan tambahan bahan bakar. Inovasi ini berdampak pada peningkatan efisiensi pengoperasian mencapai 33% dan mengurangi emisi CO2 sebesar 417.195 ton, sejalan dengan upaya Indonesia dalam transisi menuju energi bersih.

Proyek ini juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap penguatan industri dalam negeri, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 34,76%. Selama tahap pembangunan, proyek ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 1.140 orang.
Manajemen PLN Nusantara Power dan Konsorsium terkait turut hadir secara daring dalam acara tersebut. Kehadiran PLTGU Add-On Muara Tawar diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik serta memastikan pasokan energi yang stabil di kawasan Jawa-Bali. Dengan mulai beroperasinya pembangkit ini, Indonesia semakin dekat untuk mewujudkan visi menjadi negara yang mandiri dalam energi dan lebih berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
