SAMBAS — TNI memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dengan mengintensifkan penyuluhan dan sinergi lintas sektor di lima kecamatan.

Upaya tersebut menyasar Kecamatan Pemangkat, Semparuk, Salatiga, Selakau, dan Selakau Timur. TNI mengedepankan edukasi masyarakat, komunikasi sosial, kesiapsiagaan, serta koordinasi antarlembaga untuk mencegah Karhutla sejak dini.

Pada Senin (14/9/2026), Brigjen TNI Dr. Budi Santoso, S.I.P., M.H., selaku Koordinator Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI, memberikan penyuluhan di Saung Pak Ramadi, Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.

Dalam kegiatan tersebut, Budi menyampaikan materi pencegahan Karhutla dan komunikasi sosial kepada masyarakat. Ia juga menyerahkan bantuan sosial dari Panglima TNI kepada masyarakat.

Kegiatan itu sekaligus memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat. Edukasi tersebut mendorong kepedulian bersama agar masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah Karhutla.

Sehari kemudian, Selasa (15/9/2026), TNI memperkuat koordinasi dengan Polri, Pemerintah Daerah, serta unsur terkait di Halaman Kantor Polsek Selakau, Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Selakau.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla. Sinergi itu mencakup kesiapsiagaan, deteksi dini, patroli terpadu, penyampaian informasi secara cepat, serta respons terkoordinasi ketika petugas menemukan titik api atau indikasi awal Karhutla.

Selain memperkuat koordinasi, personel juga memeriksa langsung peralatan pemadaman Karhutla. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi, kelengkapan, dan kesiapan sarana untuk memastikan dukungan operasional di lapangan.

Di lokasi yang sama, petugas melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat terdampak kabut asap. Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan penurunan kualitas udara.

Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya membutuhkan kesiapan personel dan peralatan. Koordinasi antarlembaga serta keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran sejak tahap awal.

Karena itu, TNI terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait untuk mencegah serta menangani Karhutla secara terpadu, cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Melalui penyuluhan, komunikasi sosial, kolaborasi lintas sektor, pengecekan kesiapan peralatan, serta dukungan kepada masyarakat terdampak, TNI mendukung upaya bersama menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.

Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi