SERANG – Dua personel Satuan Brimob Polda Banten diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok debt collector (DC) di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (2/6/2026) malam.
Peristiwa berdarah tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian dan menjadi perhatian serius jajaran Polda Banten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB saat berlangsung proses penarikan kendaraan milik salah satu personel Brimob. Situasi di lokasi diduga memanas hingga memicu cekcok antara kedua belah pihak.
Keributan kemudian berujung aksi kekerasan. Salah satu oknum debt collector disebut mengambil kapak dari dalam mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi D 1213 ADN.
Tak lama setelah itu, dua anggota Brimob dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Korban pertama diketahui bernama Bripda M. Fajar Dwi, personel Satbrimob Polda Banten letting 41 Tamtama. Ia mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan, dan saat ini menjalani perawatan di IGD RS Bhayangkara.
Sementara korban kedua, Bripda Ahmad Yani, juga personel Satbrimob Polda Banten, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta dislokasi pada bahu kiri. Korban kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan,” ujar Yudha.
Pasca kejadian, kata Yudha, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten dilaporkan mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok debt collector yang melarikan diri menggunakan dua unit mobil Toyota Fortuner hitam.
“Kedua kendaraan tersebut diketahui bernomor polisi B 2164 BJB dan D 1213 ADN,” ungkapnya.
Dalam perkembangan penanganan perkara, aparat kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial FN dan YSB yang disebut merupakan bagian dari kelompok debt collector. Saat ini keduanya juga menjalani perawatan di RSUD Dradjat Prawiranegara Serang.
Kasus dugaan pengeroyokan dan pembacokan terhadap anggota Brimob tersebut kini ditangani Tim Resmob Polda Banten guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku yang telah diamankan, aparat gabungan juga masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah di Kota Serang untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
