SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mendorong agar Festival Ciomas Ngabring menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Serang. Menurutnya, festival yang mengangkat seni budaya lokal tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Ratu Rachmatuzakiyah saat membuka Festival Ciomas Ngabring 2026 di Kampung Sanepa Ciwaru, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kick off rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang yang akan diperingati pada 8 Oktober 2026.

Dalam pembukaan festival, Bupati turut bergabung bersama ribuan peserta mengikuti tari silat kolosal yang menjadi salah satu ikon Festival Ciomas Ngabring. Mengenakan kaus hitam bertema festival, ia mengikuti gerakan tari yang diiringi musik khas Ciomas bersama masyarakat.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Serang menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, Camat Ciomas beserta seluruh warga yang telah menunjukkan semangat gotong royong, kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi sehingga kegiatan luar biasa ini dapat terselenggara,” ujar Ratu Zakiyah.

Ia menilai keberhasilan festival merupakan bukti bahwa kreativitas dan inovasi masyarakat mampu melahirkan kegiatan yang berdampak luas bagi daerah.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, penyelenggaraan Festival Ciomas Ngabring tahun ini didominasi oleh swadaya masyarakat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Serang memberikan dukungan melalui perbaikan infrastruktur jalan dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Menurut Ratu Zakiyah, dukungan pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

“Kegiatan seperti ini mampu menghidupkan ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Para pelaku UMKM mendapat manfaat karena produk yang dijual laris selama festival berlangsung,” katanya.

Ia berharap Festival Ciomas Ngabring dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin setiap tahun dengan penyelenggaraan yang semakin baik.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan pelaksanaannya semakin besar serta lebih meriah dari tahun ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Ratu Zakiyah mengajak kecamatan dan desa lain di Kabupaten Serang untuk mengembangkan potensi budaya, tradisi, dan kearifan lokal di wilayah masing-masing. Menurutnya, kreativitas masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Setiap wilayah memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Jika dikemas dengan baik, bukan hanya budaya yang terjaga, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh camat untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan kegiatan produktif di tingkat desa maupun kecamatan.

“Setiap kegiatan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, inovasi harus terus didorong,” tambahnya.

Ratu Zakiyah menjelaskan, pembukaan Festival Ciomas Ngabring 2026 sekaligus menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang. Berbagai kegiatan akan digelar hingga puncak perayaan pada 8 Oktober 2026.

Pembukaan festival turut dihadiri tokoh masyarakat Banten KH Embay Mulya Syarif, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Provinsi Banten Dede Rohana, anggota DPRD Kabupaten Serang, para kepala desa se-Kecamatan Ciomas, serta ribuan warga.

Sementara itu, Camat Ciomas Ugun Gurmilang mengatakan keberhasilan Festival Ciomas Ngabring merupakan hasil kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat membuat festival tersebut berkembang menjadi agenda budaya berskala lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

“Alhamdulillah, Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati telah menginstruksikan Disporapar serta OPD terkait untuk memberikan dukungan. Tahun ini festival masih mengandalkan swadaya masyarakat, namun kami berharap tahun depan dapat didukung melalui APBD Kabupaten Serang agar penyelenggaraannya semakin baik dan semakin meriah,” ujar Ugun.