Bintan – Aksi nyata cinta lingkungan kembali menggema di pesisir Bintan. Sabtu (3/5), ratusan prajurit TNI Angkatan Laut dari Lanal Bintan bersama Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR) dan masyarakat setempat bersatu dalam misi hijau: menanam 50.000 bibit mangrove di Desa Berakit.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Hutan mangrove di Berakit mengalami kerusakan cukup parah akibat pembangunan sektor wisata dan aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kayu bakau untuk bahan bakar. Bahkan, jejak dapur arang yang dulu digunakan untuk ekspor arang ke luar negeri masih bisa ditemui dan kini dijadikan objek wisata sejarah.
Menurut YEKR, setidaknya 64 hektare mangrove di kawasan ini perlu segera dipulihkan. Penanaman mangrove ini diharapkan menjadi awal dari proses panjang pemulihan lingkungan pesisir yang telah lama terabaikan.
Komandan Lanal Bintan, Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, menegaskan pentingnya peran mangrove. “Mangrove bukan hanya pelindung pantai dari abrasi. Ia juga rumah bagi banyak makhluk hidup dan mampu menyerap emisi karbon. Ini adalah investasi untuk masa depan,” ujarnya.
Danlanal juga mengajak masyarakat untuk terus terlibat. “Menjaga bumi bukan tugas satu orang atau satu lembaga. Ini tanggung jawab kita bersama. Satu pohon mangrove yang ditanam hari ini adalah harapan untuk anak cucu kita besok.”
Aksi penanaman ini menjadi simbol kolaborasi antara militer, lembaga lingkungan, dan masyarakat demi masa depan yang lebih hijau dan sehat.
