SUKABUMI – Di antara deretan perbukitan yang sejuk dan asri di Dusun Batunuggul, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, sebuah destinasi wisata baru mulai menggeliat di Sukabumi bernama Agrowisata Kebun Manggis. Bukan sekadar kebun biasa, tapi taman kehidupan yang menyatukan alam, edukasi, dan harapan baru bagi ekonomi warga.

Hamparan kebun manggis yang hijau dan tertata ini kini menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati ketenangan alam, belajar bertani, sekaligus mencicipi buah manggis segar langsung dari pohonnya. Tak sedikit wisatawan lokal yang datang hanya untuk duduk santai di saung bambu yang kokoh, sambil menyeruput kopi dan menunggu waktu panen.

“Ini bukan cuma wisata petik buah. Ini bagian dari cara kami mengajak orang kota untuk mengenal alam dan menghargai petani,” ujar Kepala Desa Bojong, Lahudin, saat ditemui di sela kunjungan warga ke kebun, akhir pekan lalu.

Selain terletak di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk khas pegunungan, lokasi ini menawarkan pemandangan lanskap hijau yang masih alami. Saat musim panen tiba, pohon-pohon manggis yang rindang akan dipenuhi buah ungu menggoda yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.

Wisatawan yang datang tak hanya diajak untuk berswafoto atau menikmati buah, tapi juga belajar langsung soal budidaya manggis dari para petani lokal. Mulai dari teknik perawatan, penanganan hama, hingga cara memilih buah yang matang sempurna. Edukasi yang menyenangkan, tanpa ruang kelas.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cikembar mengungkapkan bahwa pengembangan agrowisata ini masih dalam tahap perencanaan dan koordinasi antara pemerintah desa, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Namun, antusiasme masyarakat menjadi modal utama.

“Warga sangat antusias. Mereka bahkan siap gotong royong demi kebun ini jadi tempat wisata unggulan,” katanya.

Adapun beberapa fasilitas pendukung seperti jalan masuk, area parkir, tempat duduk, mushola dan toilet umum sedang dipersiapkan. Tak hanya itu, desa juga mulai menjajaki integrasi digitalisasi melalui promosi daring dan pemesanan kunjungan berbasis aplikasi.

Agrowisata Kebun Manggis Desa Bojong bukan hanya soal destinasi wisata. Ia adalah mimpi kolektif warga desa untuk menjadikan buah tangan alam sebagai sumber kesejahteraan dan identitas lokal. Dengan potensi alam, komoditas manggis yang unggul, dan budaya gotong royong, Desa Bojong ingin menempatkan diri dalam peta wisata Jawa Barat.

“Kami ingin menjadikan agrowisata ini sebagai ikon Sukabumi. Yang datang ke sini bukan cuma pulang bawa buah, tapi juga bawa cerita dan pengalaman,” kata Lahudin.

Dengan kombinasi edukasi, pengalaman alam, dan cita rasa buah lokal yang khas, Agrowisata Kebun Manggis Desa Bojong siap menjadi destinasi yang bukan hanya dikunjungi, tapi dirindukan.