SUKABUMI – Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan geliat pembangunan di berbagai sektor. Terletak di pesisir selatan dengan kekayaan alam yang melimpah, Ciracap tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Sukabumi.

Tahun ini, Pemerintah Daerah bersama masyarakat menargetkan peluncuran beras kemasan dengan branding “Beras Ciracap” sebagai produk unggulan lokal. Selama ini, hasil panen padi dari lahan sawah seluas lebih dari 4.300 hektare banyak dipasarkan ke Cianjur dan Karawang.

Dengan adanya branding baru ini, petani berharap nilai tambah produk meningkat sekaligus memperkuat daya saing beras lokal. “Kami ingin beras Ciracap dikenal bukan hanya karena kualitasnya, tapi juga menjadi kebanggaan daerah,” ujar salah satu petani di Desa Ujung Genteng.

Selain mengembangkan produk unggulan, pemerintah juga serius membenahi infrastruktur pendukung pertanian. Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bersama Balai Penyuluhan Pertanian dan kelompok tani telah membangun jaringan irigasi baru di wilayah Cibanteng setelah aliran sebelumnya terputus akibat longsor.

Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar, sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Tak hanya di sektor pangan, Ciracap juga menjadi bagian dari Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang telah diakui UNESCO. Potensi wisatanya begitu beragam, mulai dari Pantai Ujung Genteng, konservasi penyu di Pantai Pangumbahan, keindahan alami Leuwi Kenit, pesona Pantai Batu Panganten, hingga panorama unik Bukit Teletubbies di Ujung Genteng.

Untuk mendukung wisata, pemerintah dan masyarakat tengah menata pusat jajanan khas Ciracap seperti peyeum ketan dan bakakak ayam, yang kini mulai dilirik wisatawan sebagai oleh-oleh khas.

Meski memiliki potensi besar, Ciracap masih menghadapi tantangan serius. Bencana kekeringan dan ancaman gagal panen di delapan desa menjadi perhatian utama. Sebagai langkah tanggap darurat, Pemprov Jawa Barat menyalurkan bantuan 122,49 ton beras cadangan pangan bagi 4.861 kepala keluarga terdampak.

Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Camat Ciracap, Deden Sumpena, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengembangkan potensi daerah. “Pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata harus berkembang beriringan. Kami ingin Ciracap tidak hanya menjadi penyangga pangan Sukabumi, tetapi juga pusat ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah strategis dan dukungan penuh dari masyarakat, Ciracap optimistis menatap masa depan sebagai kawasan penopang ketahanan pangan sekaligus destinasi wisata unggulan di Sukabumi.