Bekasi – Suasana meriah sekaligus khidmat mewarnai penutupan TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0507/Bekasi di Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi, bukan hanya karena ingin melihat hasil pembangunan, tetapi karena hadirnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menjadi magnet utama, Kamis 21/5/26.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, bersama Kapolsek Jatisampurna, Iptu Musanif, turun langsung mengawal jalannya acara. Hasilnya? Aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gesekan berarti. Pengamanan dilakukan secara humanis—personel tersebar di titik-titik strategis, membantu warga tua menyebrang, memastikan anak-anak tidak teropisah dari orang tua. Bukan gaya aparat kaku, melainkan pelayan masyarakat yang hadir di tengah keramaian.
Acara penutupan ini dihadiri sederet petinggi: Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Wakil Wali Kota Bekasi Haries Bobihoe, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, Danramil Pondok Gede Kapten Inf Zaenal Abidin, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Kehadiran Kang Dedi Mulyadi jelas menyedot perhatian. Sapaan akrabnya kepada warga Jatirangga dan Jatiraden membuat suasana seperti keluarga besar yang sedang berkumpul. Bukan seremoni dingin, tapi interaksi langsung yang hangat.
Di balik euforia itu, program TMMD sendiri telah meninggalkan warisan nyata: pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga pemberdayaan warga. Bukan hanya infrastruktur, tapi napas baru bagi kesejahteraan.
Kapolsek Jatisampurna, Iptu Musanif, menegaskan, “TMMD bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah lem silaturahmi antara TNI, Polri, pemerintah, dan rakyat. Kami siap terus bersinergi menjaga keamanan, karena keamanan dan pembangunan adalah dua sisi mata uang yang sama.”
Penutupan TMMD Ke-128 pun berlangsung sebagai panggung kolaborasi sejati. Bukan seremoni, melainkan bukti: ketika aparat dan rakyat bergandengan tangan, kondusifitas bukan mimpi, melainkan kenyataan yang dirayakan bersama.
