LOMBOK TENGAH — Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. meninjau kesiapan Yonif TP 835/Samota Yudha Bhakti dan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di NTB.

Kunjungan tersebut berlangsung Kamis, 3 September 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan sekaligus memantau program strategis pemerintah dan TNI.

Wapang TNI mengunjungi Yonif TP 835/Samota Yudha Bhakti di Sumbawa untuk melihat langsung kesiapan personel dan satuan menghadapi berbagai tantangan tugas.

Dalam peninjauan tersebut, Tandyo melihat kondisi satuan serta kesiapan personel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Selanjutnya, Wapang TNI meninjau perkembangan KDMP di Desa Renteng, Lombok Tengah, sebagai bagian dari perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Koperasi tersebut menjadi salah satu sarana yang pemerintah dan TNI dorong untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus mengembangkan potensi desa.

Perkuat Pertahanan dan Ekonomi

Kunjungan Wapang TNI menunjukkan perhatian terhadap kesiapan pertahanan sekaligus pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Di Sumbawa, kesiapan satuan menjadi perhatian utama karena kemampuan personel menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan.

Sementara itu, di Lombok Tengah, pengembangan KDMP mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kedua agenda tersebut memperlihatkan peran TNI dalam mendukung program nasional melalui pendekatan pertahanan yang berjalan seiring dengan pembangunan.

“Kesiapan satuan yang kuat serta ekonomi masyarakat yang semakin mandiri menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera,” kata Tandyo.

Melalui kunjungan tersebut, TNI terus mendorong sinergi antara kekuatan pertahanan dan pembangunan nasional.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Kesiapan personel dan satuan tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Pada saat yang sama, penguatan ekonomi desa dapat menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, TNI menempatkan dukungan terhadap pembangunan nasional sebagai bagian dari kontribusi institusi sesuai tugas dan kewenangannya.

Kunjungan Wapang TNI di NTB sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan program strategis berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pertahanan dan pembangunan, TNI mendorong terciptanya kondisi nasional yang semakin kuat, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.