SERANG,— Bank Banten menyatakan komitmennya untuk turut serta menyukseskan perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten pada Februari mendatang.
Pernyataan itu terungkap dalam silaturahmi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dan Bank Banten, yang dimoderatori oleh Executive Vice President of Corporate Secretary Bank Banten, Ferdy Ardian, di Kantor Bank Banten, Jalan Veteran, Kota Serang, Selasa (4/11/2025).
Pertemuan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya jajaran Bank Banten bersilaturahmi ke Sekretariat PWI Banten. Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjelang pelaksanaan HPN 2026.
Sebagaimana diketahui, Provinsi Banten resmi ditetapkan sebagai tuan rumah HPN 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Februari 2026. Acara nasional ini direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran menteri kabinet, serta tokoh-tokoh nasional dan insan pers dari seluruh Indonesia.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan, khususnya bank daerah.
“Peran pers sangat strategis dalam membangun opini publik yang sehat. Namun di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial, tantangan informasi semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi yang solid antara lembaga keuangan dan media,” ujar Busthami.
Menanggapi pelaksanaan HPN di Banten, Busthami menyambut positif dan memastikan Bank Banten siap berkolaborasi.
“Kami sangat mendukung dan akan menyesuaikan bentuk kolaborasi dengan program serta kemampuan Bank Banten. Harapannya, kerja sama ini bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Busthami juga mengulas perjalanan Bank Banten yang sempat menghadapi masa sulit. Sejak berdiri pada 2016 hingga 2023, Bank Banten pernah mencatatkan kerugian besar dan bahkan sempat berada di bawah pengawasan khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2020 akibat krisis likuiditas.
Namun, berkat restrukturisasi dan langkah pemulihan yang konsisten, OJK mencabut status pengawasan khusus pada Mei 2021, setelah Bank Banten dinyatakan kembali sehat.
Kini, Bank Banten terus memperkuat perannya sebagai bank daerah milik masyarakat Banten, dengan mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari seluruh kabupaten/kota di Banten guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sistem keuangan daerah.
Direktur Kepatuhan Bank Banten, Eko Virgianto, menambahkan bahwa pengelolaan RKUD di Bank Banten membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal dan keuangan.
“Dengan RKUD kabupaten/kota dikelola oleh Bank Banten, potensi isu defisit atau keterlambatan anggaran dapat diantisipasi lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menyatakan kesiapan PWI untuk bersinergi dengan Bank Banten dalam berbagai aspek.
“PWI Banten siap berkolaborasi dengan Bank Banten dalam pemberitaan positif, literasi keuangan publik, dan mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk kesuksesan HPN 2026,” ujar Rian yang akrab disapa Opan, didampingi Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI Banten, antara lain Tegah Akbar Idham (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Iman Esa Firmansyah (Ketua PWI Kota Serang), Wisnu Anggoro (Wakil Ketua Pembinaan Daerah), serta Herfa Al Jihad dan Opik Rahman Malik dari bidang Humas.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan antara dunia pers dan perbankan daerah demi mendorong transparansi informasi publik, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kesuksesan HPN 2026 di Banten.
