JAKARTA — Realisasi investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, mencapai Rp131,62 triliun pada periode 2021 hingga Semester I 2026. Investasi tersebut menyerap 320.446 tenaga kerja.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut pemerintah terus memperkuat tata kelola dan konektivitas Kawasan Rebana. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.
Pengembangan kawasan mendapat dukungan kerja sama teknis pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerja sama tersebut menghasilkan pemutakhiran Master Plan Kawasan Rebana.
Pemutakhiran tersebut mencakup integrasi kawasan industri dengan konektivitas logistik. Pemerintah juga menyiapkan strategi pengembangan kawasan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Kawasan Rebana turut didukung 12 Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah mencatat delapan PSN telah selesai, termasuk pembangunan bendungan, akses jalan tol, dan kawasan industri strategis.
Pelabuhan Internasional Patimban menjadi salah satu simpul penting dalam pengembangan kawasan. Pelabuhan tersebut mendukung konektivitas logistik dan pengembangan industri di wilayah Rebana.
Kemenko Perekonomian juga mencatat investasi Rebana sebesar Rp21,59 triliun hingga Triwulan II 2026. Angka tersebut merupakan capaian periode berjalan dan berbeda dengan investasi kumulatif Rp131,62 triliun sejak 2021.
Pemerintah selanjutnya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Pengelola Kawasan Rebana, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Master Plan Kawasan Rebana.
