Jakarta – Kristalina Georgieva, Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), hari ini (17/4) menyampaikan peringatan keras tentang eskalasi ketegangan perdagangan global yang mengancam stabilitas ekonomi dunia. Dalam pidato utamanya di Markas Besar IMF, Georgieva menggambarkan situasi saat ini sebagai “titik kritis” yang membutuhkan respons kolektif.

“Kami menyaksikan erosi kepercayaan yang mengkhawatirkan terhadap sistem multilateral,” tegas Georgieva dengan nada serius. “Ketegangan perdagangan yang semula seperti panci mendidih, kini benar-benar meluap.”

Menurut data IMF, Tarif impor AS telah melonjak ke level tertinggi dalam 50 tahun, Jumlah hambatan non-tarif global meningkat 35% sejak 2020, Investasi manufaktur global terhambat akibat ketidakpastian kebijakan.

Georgieva membeberkan bukti-bukti dampak krisis, rantai pasokan global mulai terdistorsi dengan pola perdagangan yang tidak efisien, inflasi barang-barang industri di negara berkembang mencapai 8,2% (Q1 2025) dan pertumbuhan produktivitas melambat di 75% negara G20.

“Yang paling menderita adalah ekonomi berkembang kecil dan negara miskin,” ujar mantan CEO Bank Dunia ini.

Dalam pidato selama 45 menit tersebut, Georgieva mengajukan paket solusi komprehensif,

  1. Reformasi Sistemik, penyesuaian kebijakan fiskal untuk mengurangi ketimpangan, modernisasi kerangka kerja Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
  2. Langkah Darurat, moratorium sementara pada tarif baru selama 12 bulan, pembentukan task force khusus G20 untuk krisis perdagangan.
  3. Transformasi Struktural, investasi massal dalam ekonomi hijau dan digital, program pelatihan ulang tenaga kerja yang terdampak.

Georgieva menyampaikan rekomendasi khusus:

  • Amerika Serikat: “Kontrol defisit anggaran dan hindari kebijakan yang memicu perang subsidi”
  • China: “Percepat transisi ke ekonomi berbasis konsumsi domestik”
  • Uni Eropa: “Selesaikan penyelesaian pasar tunggal, terutama di sektor jasa”

”Pilihan ada di tangan kita,” tandas Georgieva. “Kita bisa membiarkan ketegangan ini meruntuhkan sistem yang telah membawa kemakmuran selama 75 tahun, atau bekerja sama membangun tatanan baru yang lebih adil.”

Pidato ini menjadi pembuka resmi untuk Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia 2025 yang akan membahas krisis perdagangan sebagai agenda utama.