Jakarta – Menurut laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA), pertumbuhan permintaan energi global pada 2024 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
Global Energy Review mengungkapkan bahwa permintaan energi global tahun lalu tumbuh sebesar 2,2%, jauh lebih cepat daripada kenaikan tahunan rata-rata sebesar 1,3% dalam dekade terakhir.
Ekonomi berkembang dan negara berkembang menyumbang lebih dari 80% dari peningkatan ini, sementara ekonomi maju kembali mencatat pertumbuhan setelah beberapa tahun mengalami penurunan.
IEA menyatakan bahwa percepatan ini dipicu oleh sektor kelistrikan. Pada 2024, konsumsi listrik global melonjak 4,3%, dengan sebagian besar peningkatan dipenuhi oleh sumber energi rendah emisi.

Di tengah persaingan ketat pasar mobil listrik global, BYD asal China berhasil mengungguli penjualan Tesla pada 2024 dengan pendapatan mencapai $107 miliar.
BYD baru-baru ini meluncurkan sistem pengisian daya ultra-cepat yang diklaim dapat menambah jarak tempuh 470 km hanya dalam 5 menit, lebih cepat daripada teknologi pengisian Tesla.
Pendiri BYD disebut memiliki “obsesi terhadap baterai”, dan menurut Financial Times, teknologi baru ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mengatasi beberapa tantangan pengisian ultra-cepat, termasuk risiko keamanan dan masa pakai baterai yang lebih pendek.
Penjualan mobil listrik global terus meroket—1,2 juta unit terjual bulan lalu, meningkat 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Karena waktu pengisian daya menjadi salah satu faktor penghambat pembelian, kemajuan teknologi baterai sangat penting untuk adopsi yang lebih luas.
Berita ini muncul bersamaan dengan pengumuman pemerintahan Trump tentang penerapan tarif impor mobil dan suku cadang mobil sebesar 25% ke AS, yang juga akan berdampak pada Tesla.

Schneider Electric, raksasa teknologi proses dan energi, akan menginvestasikan lebih dari $700 juta di sektor energi AS. Perusahaan teknik Bosch akan mulai memproduksi komponen elektroliser untuk produksi hidrogen, dengan proyeksi bisnis hidrogennya menghasilkan miliaran euro pada 2030. Harga tembaga diperkirakan mencapai rekor baru $12.000/ton tahun ini (Financial Times), didorong oleh permintaan tinggi dan potensi tarif perdagangan. Tembaga banyak digunakan di sektor energi terbarukan dan jaringan listrik. Menurut Offshore Energies UK, investasi pengeboran di Laut Utara dapat memenuhi 50% kebutuhan minyak dan gas Inggris secara domestik. Produksi, konsumsi, dan ekspor etana AS mencapai rekor tertinggi pada 2024 (US Energy Information Administration). Startup energi fusi di Jerman mengumpulkan pendanaan $120 juta untuk mewujudkan energi fusi—salah satu investasi terbesar di industri fusi Eropa. Uzbekistan memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama sebagai proyek strategis ketahanan energi.
Tidak ada satu teknologi pun yang mampu memenuhi permintaan listrik global yang terus tumbuh, sehingga diperlukan diversifikasi sumber energi. Bagaimana cara memperluas pembangkitan dan distribusi listrik secara andal, terjangkau, dan berkelanjutan?. Baterai termal menjadi solusi hemat biaya dan skalabel untuk menyimpan energi terbarukan (angin/matahari) menjadi pasokan yang stabil. Bagaimana teknologi ini menjembatani kebutuhan industri dengan pasokan listrik intermiten?. Klaster industri dinilai sebagai kunci utama dalam transisi energi global.
Adaptasi dan terjemahan oleh: Tim World Economic Forum Indonesia.
