Bandung,- Organisasi pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PERAHU KITA menggelar pertemuan rutin dengan para pelaku usaha di Pasar Modern Batununggal, Jumat (9/1). Dalam acara tersebut, Ketua Umum PERAHU KITA, Dr. Dody Nugraha, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi dan strategi pemasaran digital.
Dalam sambutannya, Dody menyampaikan bahwa misi PERAHU KITA adalah membantu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi para wirausaha. “Kami hadir untuk teman-teman UMKM. Apa pun masalahnya, kita coba pecahkan bersama,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, PERAHU KITA telah membangun sejumlah kemitraan strategis untuk memperkuat programnya. “Kami sudah bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Inabah, berkomunikasi dengan anggota dewan, dan juga mendapat kunjungan serta dukungan dari Walikota,” jelas Dody.
Fokus utama saat ini, menurut Dody, adalah meningkatkan kunjungan atau traffic ke Pasar Modern Batununggal. “Ini adalah PR yang kita angkat bersama. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar usaha Bapak-Ibu berkembang optimal,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan adanya dukungan sponsor yang siap membantu penyediaan modal bagi UMKM yang aktif dan disiplin dalam mengikuti program pendampingan.
Angka UMKM Bandung Masih Jauh dari Ideal
Acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Bandung, M. Bagja Jaya Wibawa, SH., yang hadir mewakili pemateri yang berhalangan. Dalam paparannya, Bagja memaparkan data terbaru UMKM Kota Bandung.
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah pelaku UMKM terdaftar di Bandung baru mencapai 10.916 dari total populasi sekitar 2,5 juta jiwa. “Angka ini masih sangat kecil, hanya sekitar 0,44%,” ujarnya.
Meski demikian, ia melihat tren positif dengan pertumbuhan konsisten sekitar 1.000 pelaku per tahun sejak 2022. Bagja juga menduga masih banyak UMKM yang belum tercatat secara resmi karena belum mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menurut teori ekonomi, kata dia, jumlah wirausaha ideal sebuah kota adalah 5% dari total penduduk. “Untuk Bandung, berarti idealnya ada 125.000 UMKM. Jadi, masih ada gap yang sangat lebar. Ini PR kita bersama untuk mendorong lebih banyak lagi wirausaha baru,” tegas anggota Komisi 2 DPRD Kota Bandung itu.
Ia menegaskan peran vital UMKM sebagai penggerak ekonomi riil dan tulang punggung perekonomian nasional, sebagaimana sering disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Strategi Digital dan Kebersamaan Kunci Keberlanjutan

Menutup acara, Dr. Dody Nugraha kembali menyampaikan langkah strategis ke depan. “Setelah melalui evaluasi dari event-event rutin sejak Oktober lalu, kini saatnya kita lebih menggencarkan digital marketing,” ucapnya.
PERAHU KITA telah mulai memanfaatkan platform podcast untuk memperkenalkan para tenant Pasar Modern Batununggal kepada khalayak yang lebih luas. “Kami ingin menjadi wadah yang membuat UMKM bisa bertumbuh bersama. Target 125.000 UMKM itu sangat menantang, tapi kami akan terus ajak masyarakat yang ingin berwirausaha untuk bersama kami meningkatkan jumlah dan kualitas UMKM Kota Bandung,” pungkas Dody.
Acara diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab interaktif antara perwakilan UMKM, pengurus PERAHU KITA, dan anggota dewan yang hadir.
