Jakarta — PT Ace Oldfields Tbk, produsen peralatan pengecatan terlengkap di Indonesia, menargetkan penjualan sebesar Rp192 miliar pada tahun 2025. Target tersebut disampaikan dalam acara paparan publik (public expose) yang digelar pada Selasa (10/6), di mana jajaran direksi memaparkan kinerja, proyeksi, dan strategi perusahaan ke depan.
Direktur Utama PT Ace Oldfields Tbk, Erwin Alen Purnomo, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1989, perusahaan telah berkomitmen menjadi pemimpin pasar dalam industri peralatan pengecatan. “Kami adalah produsen pertama di Indonesia yang memproduksi kuas roll dan berbagai perlengkapan pengecatan. Hingga saat ini, kami tetap fokus tanpa anak perusahaan, agar tetap efisien dan terarah,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2024, PT Ace Oldfields mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan naik dari Rp161 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp184,3 miliar, dengan laba bersih meningkat dari Rp47 miliar menjadi Rp54,2 miliar.
Meski terdapat peningkatan pada utang jangka pendek, manajemen memastikan kondisi keuangan perusahaan masih sehat dan rasio utang tetap dalam batas
Dalam strategi ekspansi nasional, PT Ace Oldfields telah menembus 38 provinsi di Indonesia melalui jaringan 36 distributor, termasuk toko-toko besar seperti Mitra 10. Saat ini, perusahaan juga memfokuskan ekspansi ke wilayah timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Sementara untuk pasar internasional, produk Ace Oldfields telah menjangkau pasar Amerika, Asia Pasifik, dan Selandia Baru
Selain memperkuat jaringan distribusi, Ace Oldfields juga tengah menyiapkan peluncuran produk inovatif yang diklaim memiliki daya sebar cat lebih luas dan efisien. Produk tersebut masih dalam tahap riset dan akan dipasarkan dalam waktu dekat.
“Kami akan menghadirkan produk yang memungkinkan konsumen mengecat bidang lebih luas dengan jumlah cat yang lebih sedikit. Ini bagian dari strategi efisiensi dan keberlanjutan,” ungkap salah satu direktur.
Dalam hal pemasaran, perusahaan mengadopsi strategi omnichannel, yaitu menggabungkan jalur distribusi tradisional (toko bangunan) dengan saluran digital. “Meskipun e-commerce tumbuh pesat, toko bangunan tetap menjadi ujung tombak penjualan kami, karena mayoritas pelanggan masih mengandalkan toko fisik,” kata manajer
Di tahun 2025, perusahaan berencana melakukan renovasi pabrik dan peningkatan kapasitas produksi untuk mendukung lonjakan permintaan. Selain itu, Ace Oldfields juga akan memperkuat tim pemasaran dan memanfaatkan media sosial serta promosi langsung kepada konsumen (end-user).
“Kami ingin menjaga loyalitas konsumen dan terus memperluas pasar. Salah satunya dengan menghadirkan program promosi dan hadiah menarik bagi pembeli,” pungkas manajemen.
Dengan kombinasi antara inovasi, ekspansi, dan penguatan jaringan distribusi, PT Ace Oldfields Tbk optimistis dapat mencapai target ambisiusnya pada tahun 2025.
