KOTA BLITAR — Proyek infrastruktur kembali menjadi sorotan setelah sebuah jembatan akses menuju kawasan sirkuit di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, Jawa Timur, ambles hanya sehari usai dikerjakan. Insiden ini memicu dugaan kuat adanya pekerjaan asal jadi serta lemahnya pengawasan teknis di lapangan.
Berdasarkan keterangan warga, pengecoran jembatan dilakukan pada Senin sore. Namun, belum genap 24 jam, struktur tersebut sudah mengalami penurunan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Baru kemarin dikerjakan, sekarang sudah ambles,” ujar seorang warga setempat, Selasa (21/4/2026).
Ironisnya, jembatan tersebut sempat dibuka sebagian untuk menunjang akses menuju kawasan sirkuit. Keputusan ini diduga mempercepat kerusakan karena konstruksi belum siap menahan beban kendaraan.
Dari pantauan di lokasi, bagian barat jembatan terlihat terkikis dengan struktur cor yang tidak padat dan mulai retak. Kondisi ini menguatkan dugaan adanya persoalan pada kualitas material atau metode pengerjaan yang tidak sesuai standar.
Tak hanya itu, warga juga mengungkap minimnya koordinasi antar instansi. Pihak kelurahan bahkan disebut tidak mengetahui adanya proyek tersebut, memunculkan tanda tanya soal perencanaan dan pengawasan pekerjaan.
Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kota Blitar belum membuahkan hasil. Plt Sekda mengarahkan ke Dinas PUPR, namun pejabat terkait tidak berada di tempat saat didatangi.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab amblesnya jembatan maupun pihak yang bertanggung jawab. Kasus ini menambah daftar persoalan infrastruktur yang dipertanyakan publik, terutama terkait transparansi dan kualitas proyek pemerintah.
Warga mendesak evaluasi menyeluruh serta penindakan tegas terhadap pihak pelaksana. Sebab, selain merugikan anggaran, proyek gagal seperti ini juga membahayakan keselamatan dan menghambat mobilitas masyarakat.
