Blitar – Dinas Pendidikan Kota Blitar mengeluarkan instruksi kepada seluruh sekolah, khususnya jenjang SMP, untuk sementara tidak memberikan tugas kelompok kepada siswa. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah siswa keluar rumah pada malam hari, menyusul adanya kericuhan yang melibatkan anak di bawah umur beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menegaskan bahwa sekolah tetap diimbau untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, meskipun beberapa sekolah di sejumlah daerah sudah beralih ke pembelajaran daring. Namun, untuk jenjang SMP, Dindin meminta agar sekolah tidak memberikan tugas kelompok dalam waktu dekat.
“Dengan adanya kebijakan ini, kami berharap dapat mengurangi potensi anak keluar malam dengan alasan kerja kelompok. Hal ini sekaligus untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar,” jelas Dindin, Selasa (02/9).
Selain itu, Dindin juga mengingatkan orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak setelah pulang sekolah. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari tanpa alasan yang jelas dan penting.
Tidak hanya itu, pihak Ketua RT dan RW juga diminta berperan aktif dalam memantau kondisi sekitar, khususnya terkait keberadaan siswa. Jika ada siswa yang terlihat bolos atau berkeliaran tanpa tujuan yang jelas, diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang agar tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.
Dengan kebijakan ini, Dinas Pendidikan Kota Blitar berharap dapat menjaga keselamatan siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sejalan dengan upaya untuk menanggulangi potensi gangguan sosial yang dapat membahayakan masa depan generasi muda,”terangnya.
