MUSI BANYUASIN, BAYUNG LENCIR – Insiden di proyek Saka Kemang, Bayung Lencir, pada 3 Oktober 2026, diduga menelan lima korban. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya disebut dalam kondisi kritis.

Informasi tersebut diperoleh awak media dari seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Narasumber menyebut salah satu korban meninggal dunia bernama Ramadhan, yang bekerja sebagai mekanik.

Narasumber juga menyebut PT Devi Mandiri sebagai perusahaan yang terlibat dalam kegiatan proyek tersebut. Namun, hubungan kerja perusahaan dengan proyek dan para korban masih membutuhkan konfirmasi.

Keterangan narasumber mengenai dua korban meninggal dan tiga korban kritis memunculkan pertanyaan serius. Terutama mengenai kronologi kejadian, penyebab insiden, dan penanganan terhadap para korban.

Hingga naskah ini disusun, awak media belum memperoleh dokumen resmi yang memastikan identitas seluruh korban maupun penyebab kejadian.

Insiden tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Apakah prosedur keselamatan telah dijalankan sebelum pekerjaan berlangsung?

PT Devi Mandiri perlu menjelaskan keterlibatannya dalam pekerjaan proyek Saka Kemang. Perusahaan juga perlu menerangkan status para korban dan langkah penanganan setelah insiden.

Sorotan turut mengarah kepada Medco. Manajemen perlu menjelaskan posisi dan kewenangannya dalam proyek, termasuk mekanisme pengawasan terhadap kegiatan operasional.

Apakah Medco telah menerima laporan kejadian? Apakah investigasi internal sudah dilakukan? Bagaimana evaluasi keselamatan terhadap pekerjaan yang melibatkan PT Devi Mandiri?

Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban resmi agar informasi mengenai insiden tidak berkembang menjadi spekulasi.

Awak media akan meminta klarifikasi kepada PT Devi Mandiri dan manajemen Medco. Konfirmasi juga akan dimintakan kepada keluarga korban serta instansi berwenang.

Publik membutuhkan kejelasan mengenai penyebab insiden dan pihak yang bertanggung jawab. Dua korban meninggal dan tiga korban kritis bukan persoalan yang patut berhenti pada informasi dari sumber tidak resmi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.