BARRU — Musyawarah Cabang (Muscab) VII Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Barru secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Barru, di Lantai VI MPP Kantor Bupati Barru, Sabtu (26/07/2025).

Dalam sambutannya, Pj Sekda Abubakar membacakan amanat tertulis dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., yang menekankan peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Gerakan Pramuka telah menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial. Pemerintah Daerah berkomitmen kuat untuk mendukung dan mempertahankan Pramuka sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda di Barru,” ujar Abubakar.

Bupati juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi generasi muda, seperti derasnya arus informasi digital, penyalahgunaan narkoba, hingga degradasi moral, dan menilai bahwa Pramuka harus hadir sebagai solusi nyata.

“Keberadaan Pramuka harus semakin kuat, kreatif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Bupati juga mendorong agar Muscab kali ini melahirkan program-program inovatif dan kolaboratif, serta memperluas kemitraan strategis dengan berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan hingga dunia usaha.

“Jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan pemimpin masa depan yang tangguh, berkarakter, dan siap membangun Barru yang lebih baik,” lanjutnya.

Menutup sambutan, Pj Sekda menyampaikan harapan agar Muscab VII ini berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan Pramuka Barru yang aktif, inovatif, dan berdaya saing.

Sementara itu, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., selaku Ketua Harian Demisioner Kwarcab Barru, dalam arahannya menekankan pentingnya reposisi Gerakan Pramuka agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan Trisatya dan Dasadarma bukan sekadar slogan, melainkan sebagai panduan hidup generasi muda yang kontekstual.

“Reposisi diperlukan agar Pramuka tetap hidup dan berkembang. Kita harus kembali pada esensi kemandirian dalam setiap aktivitas kepramukaan, termasuk kegiatan perkemahan,” ungkapnya.

Wabup juga mengapresiasi langkah Kwarcab Barru dalam digitalisasi data keanggotaan melalui penerbitan lebih dari 300 Kartu Tanda Anggota (KTA).

“Ke depan, seluruh anggota aktif harus memiliki KTA dan kegiatan harus terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh lagi ada data ‘cocologi’,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah terus mendukung kegiatan Pramuka, antara lain melalui pemanfaatan program BOSDA di sekolah-sekolah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan secara aktif dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Wabup juga mengajak seluruh jajaran kwartir dan gugus depan untuk menyukseskan Apel Besar Pramuka se-Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2025 di Kabupaten Barru.

“Mari pastikan perkemahan dimulai sejak 13 Agustus agar seluruh peserta siap mengikuti apel serentak. Siapapun yang terpilih dalam Muscab ini harus kita dukung bersama. Pramuka Barru harus semakin kuat, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Muscab VII ini juga dihadiri oleh perwakilan Pusdatin Kwartir Nasional Muhammad Arvianto; Ketua Kwarda Sulsel H. A. Fahri Makkasau, S.T., S.IP.; Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarda Sulsel Dr. H. Yasser Wahab, S.H., M.H.; serta sejumlah tokoh kepramukaan, pengurus kwartir, pimpinan OPD, para camat selaku Ketua Mabiran, pimpinan Saka, dan Mabigus dari seluruh wilayah Kabupaten Barru.