BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar akan segera meluncurkan Program Bantuan Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk siswa SMA sederajat yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki potensi namun terbatas oleh kondisi ekonomi untuk menggapai cita-cita dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Rabu (20/8).

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Ibin), menyatakan bahwa bantuan bimbingan belajar ini akan mencakup paket intensif selama 8 bulan. Setiap siswa yang terpilih akan mendapatkan bantuan senilai Rp6 juta untuk mengikuti bimbel yang difokuskan pada persiapan ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

“Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka dapat mengejar cita-cita mereka tanpa terhalang masalah finansial,” ungkap Ibin.

Pemkot Blitar akan memprioritaskan siswa yang berasal dari keluarga desil 1, 2, dan 3, yaitu mereka yang memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan. Proses seleksi dan verifikasi akan dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan aspek ekonomi, minat, serta tujuan pendidikan masing-masing siswa.

“Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi, kami juga akan menilai minat dan arah tujuan siswa, agar program bimbel ini bisa lebih terarah dan sesuai dengan jurusan atau kampus yang mereka tuju,” tambah Ibin.

Siswa yang ingin mengikuti program ini harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain, Terdaftar sebagai warga asli Kota Blitar, Memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bukti penerimaan bantuan beasiswa lainnya, Belum pernah menerima bantuan bimbingan belajar sebelumnya dan
mendapatkan rekomendasi dari sekolah atau lembaga pendidikan terkait.

“Saat ini, panitia program sedang menyusun petunjuk teknis serta menyiapkan data siswa yang akan diusulkan untuk mengikuti program tersebut dengan membuka 200 kuota untuk siswa kelas 12 SMA/SMK yang tidak mampu dan belum pernah menerima bantuan bimbingan belajar lainnya. Di tahun 2025, program ini bertujuan membantu 200 siswa agar mereka bisa mempersiapkan ujian masuk PTN tanpa terbebani biaya,”terang ibin.