Rangkaian kegiatan di GOR Sudiang memperlihatkan keberagaman budaya sekaligus potensi para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah Indonesia.
Penampilan seni tradisional, olahraga, dan kegiatan kepramukaan menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di kalangan siswa.
Momentum Sumpah Pemuda juga mengingatkan pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar tampil di hadapan publik, mengenal budaya dari daerah lain, dan memperkuat rasa kebangsaan.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Sosial, staf khusus menteri, tenaga ahli Menteri Sosial, dan pejabat terkait lainnya.
Peringatan Sumpah Pemuda yang dirangkai dengan satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pendidikan, pendampingan, dan kesempatan berkembang bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Semangat persatuan diharapkan tumbuh seiring terbukanya ruang bagi generasi muda untuk meraih prestasi dan berkontribusi bagi bangsa.
