Ia juga menyampaikan bahwa Presiden memberikan mandat kepada Kementerian Sosial untuk memperkuat akurasi data, memastikan ketepatan sasaran bantuan, dan mengembangkan Sekolah Rakyat.

“Karena itu, Bapak Presiden memandatkan tiga hal kepada kami, pertama, data akurat, kedua, sasaran tepat, dan ketiga, Sekolah Rakyat. Data kami benahi bersama BPS dan pemerintah daerah. Hasilnya, bantuan semakin tepat sasaran, lebih dari empat juta keluarga yang dulu terlewat, kini terjangkau. Inilah yang kami sebut Kerja Cepat Pasal 34,” jelasnya.

Dalam satu tahun perjalanan program tersebut, Sekolah Rakyat terus dikembangkan di berbagai daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan itu, terdapat pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat permanen. Sebanyak 93 titik telah beroperasi, sedangkan tujuh titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Selain itu, puluhan Sekolah Rakyat rintisan juga telah berjalan. Secara keseluruhan, terdapat 182 titik Sekolah Rakyat yang melayani sekitar 44 ribu siswa.

Gus Ipul menyebut para siswa juga mulai menorehkan prestasi di berbagai bidang. Hingga saat ini, tercatat 11 prestasi internasional, lebih dari 200 prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 siswa berprestasi dalam bidang olahraga, seni, dan sains.

Proses pendidikan dan pengasuhan didukung hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, serta lebih dari 2.000 wali asrama.

Pendekatan pembelajaran di Sekolah Rakyat diarahkan pada tiga aspek utama, yakni perubahan fisik melalui pemenuhan gizi dan kesehatan, perubahan mental melalui penguatan kepercayaan diri dan karakter, serta peningkatan kemampuan akademik.

Gus Ipul turut mengapresiasi peran guru dan tenaga kependidikan yang mendampingi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Mereka bukan sekadar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak,” katanya.