KALIMANTAN – TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyemai 2,8 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, Selasa (3/11/2026).

Satgas TNI melaksanakan operasi tersebut bersama BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah instansi terkait.

Dalam kegiatan itu, personel mengerahkan dua pesawat untuk menyebarkan bahan semai ke wilayah operasi. Pesawat CN-295 membawa 2 ton garam, sedangkan pesawat Cassa 212 mengangkut 800 kilogram.

Kedua pesawat menjalankan penyemaian dalam satu sortie penerbangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi potensi dampak kabut asap.

TNI Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

Melalui OMC, TNI dan BMKG berupaya mendukung pembentukan hujan di wilayah sasaran dengan menyebarkan bahan semai ke atmosfer.

Operasi ini menjadi salah satu langkah pendukung dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi cuaca dan ketersediaan air memengaruhi upaya pemadaman.

Selain mengandalkan operasi udara, penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi antarlembaga dan langkah pencegahan langsung di lapangan.

Berdasarkan laporan prajurit di lapangan dan data BMKG, hujan telah mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan setelah rangkaian kegiatan modifikasi cuaca.

Meski demikian, keberhasilan OMC perlu terus dipantau melalui evaluasi kondisi atmosfer, perkembangan curah hujan, serta situasi titik panas di wilayah rawan kebakaran.

Sinergi Lintas Instansi Hadapi Karhutla

TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan karhutla dan dampak kabut asap melalui kerja sama dengan BMKG, BNPB, serta instansi terkait lainnya.

Sinergi tersebut mencakup dukungan operasi udara dan pemantauan kondisi wilayah yang membutuhkan penanganan.

Di sisi lain, upaya pengendalian karhutla juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mencegah pembakaran lahan dan segera melaporkan kemunculan titik api.

TNI berharap rangkaian operasi tersebut dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi risiko kabut asap, dan melindungi kesehatan masyarakat.

Melalui dukungan lintas instansi, TNI berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat di wilayah terdampak karhutla tetap berjalan dengan baik.

Operasi Modifikasi Cuaca ini sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi antara unsur pertahanan, lembaga meteorologi, badan penanggulangan bencana, dan pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.