Jakarta – Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (1/5), sempat diwarnai ketegangan. Ribuan massa buruh yang awalnya menyuarakan tuntutan secara damai, berubah ricuh setelah sekelompok oknum bertindak anarkis dan memprovokasi benturan dengan aparat keamanan.
Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, Batalyon A Satuan Brimob Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat. Setelah memberi imbauan agar massa tetap tertib, pasukan Brimob membentuk formasi Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan melakukan pendorongan secara terukur. Ketika kondisi tak kunjung mereda, penyemprotan water cannon pun dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengurai massa.
Tindakan ini diambil demi menjaga keamanan, keselamatan masyarakat, serta mencegah kerusakan fasilitas umum.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., turut hadir langsung di lapangan memantau jalannya pengamanan. Didampingi para pejabat utama Satuan Brimob, beliau memastikan seluruh anggota bertindak secara profesional dan sesuai prosedur.
“Aksi menyampaikan pendapat adalah hak warga negara. Tapi ketika terjadi anarkisme, kami wajib bertindak demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” ujar Kombes Henik.
Meski sempat ricuh, situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan massa perlahan membubarkan diri. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
