SERANG — Sejumlah peserta BPJS Kesehatan mengeluhkan sistem aplikasi rujukan yang digunakan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) karena dinilai tidak sesuai prosedur dan kebutuhan medis pasien.

Keluhan muncul karena rujukan yang diberikan melalui sistem aplikasi tidak selalu mengarah ke rumah sakit yang memiliki peralatan medis lengkap sesuai kebutuhan pasien. Akibatnya, pasien kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan tepat waktu dan sesuai standar medis.

Salah satu kasus dialami seorang ibu hamil berinisial IM yang membutuhkan pemeriksaan USG fetomaternal, yakni pemeriksaan khusus untuk memantau kondisi ibu dan janin pada kehamilan berisiko tinggi. Namun, rumah sakit tujuan rujukan dalam aplikasi justru tidak memiliki fasilitas alat tersebut.

Situasi itu membuat pasien harus kembali mencari rumah sakit lain yang memiliki fasilitas sesuai, sehingga proses penanganan menjadi lebih lama dan berpotensi menghambat pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Peserta berharap sistem rujukan dalam aplikasi dapat diperbaiki agar lebih menyesuaikan kebutuhan medis pasien dan mengacu pada rumah sakit dengan fasilitas penunjang lengkap, sehingga pelayanan kesehatan tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Aris, perwakilan kantor BPJS Kesehatan di Kota Serang, menjelaskan bahwa rujukan ke rumah sakit tipe B dan C sudah berjalan sesuai sistem aplikasi. Menurutnya, apabila rumah sakit rujukan dari fasilitas kesehatan pertama dinilai tidak sesuai kebutuhan pasien, peserta dapat langsung mendatangi layanan BPJS di rumah sakit tujuan untuk memperoleh solusi pelayanan.

Terkait permintaan pasien agar dirujuk ke RS Drajat Prawiranegara, Aris menyarankan peserta untuk memindahkan fasilitas kesehatan tingkat pertama ke wilayah Kabupaten Serang agar sistem rujukan dapat menyesuaikan tujuan rumah sakit yang diinginkan pasien.

Catatan Redaksi: Persoalan ini mencerminkan kebutuhan evaluasi serius terhadap sistem rujukan digital agar pelayanan kesehatan benar-benar berpihak pada kebutuhan pasien, bukan sekadar mengikuti sistem administratif.

Hingga kini, publik masih menunggu evaluasi terhadap sistem rujukan digital agar pelayanan kesehatan bisa berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.