BEKASI – Dalam upaya meningkatkan kualitas respons bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia dan Child in Crisis Fund (CiCF) melalui Plan International APAC menggelar Pelatihan Standar SPHERE. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15–16 Mei 2025, bertempat di Ruang Diorama dan Edukasi Kantor BPBD Kota Bekasi.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dan mitra kemanusiaan dalam penanganan bencana dengan mengacu pada Standar SPHERE. Standar SPHERE sendiri merupakan panduan global yang berisi prinsip-prinsip kemanusiaan serta standar minimum dalam tanggap darurat, mencakup sektor air bersih, sanitasi, pangan, kesehatan, tempat tinggal, dan perlindungan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, dalam sambutannya mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, pemahaman standar internasional dalam tanggap darurat sangat penting agar penanganan bencana dapat berjalan profesional, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana yang responsif dan terkoordinasi, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan,” ujar Priadi.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai instansi, termasuk BPBD Kota dan Kabupaten Bekasi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Forum PRB, BAZNAS Tanggap Bencana, serta organisasi non-pemerintah seperti PMI, Karang Taruna, dan Human Initiative. Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, meliputi sesi kelas, studi kasus bencana nyata, penyusunan rencana tanggap darurat, dan diskusi kelompok.
Para fasilitator merupakan pakar kebencanaan berpengalaman yang telah mengimplementasikan Standar SPHERE di berbagai wilayah terdampak. Para peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip SPHERE dalam situasi darurat nyata, sehingga bantuan kemanusiaan dapat lebih efektif dan berpusat pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, BPBD Kota Bekasi berharap dapat meningkatkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan organisasi kemanusiaan menjadi kunci dalam mewujudkan respons cepat, profesional, dan tepat sasaran.
