“Di bulan Ramadhan kita belajar sabar, menahan marah, dan belajar menjadi anak yang lebih baik. Kalau puasanya baru kuat setengah hari, tidak apa-apa, besok dicoba lagi supaya bisa lebih lama,” katanya.

Bupati juga mengajak anak-anak untuk menjadi “bintang masjid” dengan menjaga ketertiban saat mengikuti kegiatan ibadah berjamaah.

“Anak-anak boleh ikut salat berjamaah di masjid, tetapi harus tertib dan tidak berlari-larian agar semua bisa beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi dengan teman, tersenyum, maupun membantu orang tua di rumah.

Menurutnya, kegiatan Pesantren Ramadhan Ramah Anak menjadi salah satu upaya untuk memantik lahirnya generasi yang unggul dan berkarakter. Namun demikian, ia menegaskan bahwa lingkungan keluarga tetap menjadi madrasah utama bagi anak-anak.

Bupati juga mengimbau para orang tua untuk menciptakan suasana religius di lingkungan keluarga, membiasakan anak-anak salat berjamaah dan mengaji bersama, serta membatasi penggunaan gawai.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesantren Ramadhan Ramah Anak, Titin Prihatini, mengatakan bahwa para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 2 Maret hingga penutupan pada 5 Maret 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembentukan karakter anak-anak usia dini di Kabupaten Serang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang unggul, berakhlak baik, dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Serang,” ujar Titin.

Titin menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara panitia penyelenggara dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, khususnya dalam mendukung pendidikan karakter bagi anak usia dini.